Malang, sekilasmedia.com– Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular telah menjadi ancaman yang serius, khususnya dalam perkembangan kesehatan masyarakat. Salah satu strategi yang dikembangkan pemerintah untuk mengendalikan penyakit tidak menular ini, kemudian dikembangkan model Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM.
Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Tujuan Posbindu PTM adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.
Melalui Posbindu PTM, dapat sesegeranya dilakukan pencegahan faktor risiko PTM sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan. Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas.
Posbindu PTM dapat dilaksanakan terintegrasi dengan upaya kesehatan bersumber masyarakat yang sudah ada, di tempat kerja atau di klinik perusahaan, di lembaga pendidikan, tempat lain di mana masyarakat dalam jumlah tertentu berkumpul/beraktivitas secara rutin.
Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Jabung Malang yang telah beberapa kali melakukan kegiatan Posbindu tersebut untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM di masing-masing wilayah dusun di Desa Jabung. Kamis (14/09)
“Pemerintah Desa Jabung kali ini melaksanakan program Posbindu PTM bekerjasama dengan Puskesmas Jabung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang untuk warga masyarakat khususnya para lansia secara gratis” kata Kepala Desa Jabung, Anik Sri Hartatik.
Menurut Anik, Posbindu PTM Dasar meliputi pemeriksaan deteksi dini faktor risiko yang dilakukan dengan wawancara terarah melalui penggunaan instrumen atau formulir untuk mengidentifikasi riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga yang telah diderita sebelumnya, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, Indeks Massa Tubuh (IMT), analisa lemak tubuh, pemeriksaan tekanan darah serta penyuluhan.
“Posbindu PTM Utama meliputi kegiatan posbindu PTM Dasar ditambah pemeriksaan gula darah, kolesterol total, trigliserida, pengukuran arus puncak ekspirasi oleh tenaga kesehatan yakni Bidan ataupun Perawat. Dimana Desa Jabung mempunyai 25 orang kader kesehatan posyandu di lima tempat dan dibantu denga dua perawat dan satu orang bidan Desa” kata Anik.
Lebih lanjut menurut Kepala Desa Jabung, apabila pada kunjungan berikutnya kondisi faktor risiko yang dimiliki tidak mengalami perubahan (tetap pada kondisi buruk) atau sesuai dengan kriteria rujukan maka untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik harus dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas atau klinik swasta sesuai dengan kebutuhan dan keinginan yang bersangkutan.
“Meski telah mendapatkan pengobatan yang diperlukan, para penyandang faktor risiko PTM yang telah dirujuk tetap dianjurkan untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM secara rutin di posbindu PTM” pungkasnya.
Sementara ditempat yang sama menurut, solikhan salah satu warga Dusun Krajan yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan jika program Posbindu PTM yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang di Desa Jabung sangat diapresiasi. Dimana warga dapat mendeteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.
“Terimakasih buat Dinas Kesehatan Kabupaten Malang khususnya Pemerintah Desa Jabung dan juga Puskesmas Jabung atas dilaksanakan kegiatan ini. Selain bisa mendapat pelayanan pemeriksaan cek kesehatan secara geratis kami juga mendapatkan edukasi hidup sehat dengan dan faktor resiko PTM” katanya. (BAS)






