
Mojokerto,Sekilasmedia.com-Menjelang masa Pemilu Tahun 2024, Ribuan anggota Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Prajurit Kulon kota Mojokerto bersamaan dengan kegiatan pengajian dan Sholawat rutin, juga mendapatkan sosialisasi tahapan tentang Pemilu Serentak Tahun 2024, pada Jum’at ( 24/11/2023) bertempat di TPQ Al-Muttaqin Kedung Mulang, Surodinawan, Prajurit Kulon kota Mojokerto.
M. Awaludin Zahroni Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU kota Mojokerto menjelaskan bahwa ditahun mendatang nanti bakal digelar Pemilu Serentak Tahun 2024.
Disampaikan Awaludin, dalam memilih Pimpinan harus bisa mengetahui Visi dan Misinya., baik dari Caleg provinsi dan DPD Non partai.
Tak hanya itu, lanjutnya, pada tanggal 14 Februari 2024 juga bakal ada pemilihan calon presiden dan wakilnya.
” Sehingga Tanggal 28 November sampai 10 februari 2024 itu adalah masa kampanye,” terangnya.
Awaludin memperingatkan, hati- hati dengan politik uang, sebab dikuatirkan ketika sudah terpilih akan mencari pulihan modal, pada akhirnya akan korupsi, jangan sampai memilih pimpinan yang korupsi,” tandasnya.
Perlu diketahui, yang menerima dan yang memberi uang bisa dipersoalkan dengan mendapatkan hukuman 4 tahun dan juga denda 12 hingga 48 juta. Apalagi politik uang ini dilakukan saat masa kampanye dan masa tenang, sebab ketika ketahuan bisa menimbulkan pidana.
” Dalam kampanye tidak boleh ngasi berupa uang, sesuai dengan petunjuk tehnisnya,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Awaludin, ketika masa kampanye tidak boleh saling menjelek-jelekan antar calon, atau sering disebut kampanye hitam dan tidak boleh percaya dengan berita-berita Hoax yang dapat merugikan salah satu calon.
Untuk yang terakhir perlu kami sampaikan sebelum memilih amati calonnya, program visi dan misi dan hindari politik uang,” pesan Awaludin.
Ditempat yang sama Walikota Mojokerto Hj Ika Puspita Sari yang juga sebagai ketua Muslimat Kota Mojokerto menyampaikan ucapan terimakasih kepada komisioner KPU kota Mojokerto.
Sebab KPU kota Mojokerto sudah memberikan sosialisasi tentang Pemilu Tahun 2024.
Walikota berharap, muslimat juga harus berperan untuk menentukan siapa pemimpin masa depan, sebab muslimat juga sangat menentukan siapa pimpinan yang terbaik untuk masyarakat.
Harapan kami muslimat tetap berperan, baik dibidang pendidikan sosial, dan kesehatan.
Selain kegiatan sosialisasi dari KPU, kali ini kami juga Mendistribusikan seragam muslimat yang ke 2, semua anggota muslimat dapat kebagian, seluruh anggota muslimat semua dapat kain batik muslimat dengan ukuran 4 meter.
Tak itu saja, dalam kesempatan ini Walikota Ita Puspitasari juga memberikan hadiah paket umrah, diberikan sejumlah 5 orang dengan cara di undi.
“Semoga yang mendapat hadiah umrah adalah benar- benar orang yang terpanggil ke tanah suci,” kata Walikota.
Lebih lanjut Walikota Hj Ika Puspita Sari menyampaikan bahwa muslimat Indonesia saat ini juga menyumbangkan sejumlah uang untuk Palestina sekitar 767 juta.
Uang tersebut bentuk kepedulian Muslimat terhadap apa yang diderita palestina,” pungkasnya.( Wo/ adv)






