Daerah

Kendalikan Inflasi Kebutuhan Pasar, Bupati Mojokerto Lounching Program Wulandari

×

Kendalikan Inflasi Kebutuhan Pasar, Bupati Mojokerto Lounching Program Wulandari

Sebarkan artikel ini
Bupati Mojokerto Hj Ikfina Fahmawati saat melouching program Wulandari

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Guna mengendalikan inflasi harga kebutuhan bahan pokok di pasar, pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaunching program yang diberi nama WULANDARI, Sabtu (16/12/2023).

Untuk diketahui WULANDARI Warung Pengendali Inflasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri, bertujuan sebagai alat kontrol inflasi kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan produk dalam Negeri yang ada di pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah menyampaikan, Wulandari ini merupakan upaya pemerintah kabupaten Mojokerto untuk mengendalikan inflasi, apalagi menjelang akhir tahun kebutuhan pokok cenderung naik.

Hari ini Wulandari kerjasama dengan Bulog dengan menyediakan harga beras yang sesuai dengan HET, yakni dengan harga per kilo Rp. 10.900.

BACA JUGA :  Serahkan SK Kenaikan Pangkat Periode 1 April 2025, Mbak Vinanda Ingatkan ASN Terus Tingkatkan Kinerja

Dengan kehadiran Wulandari ini bisa sebagai alat kontrol harga yang ada di Toko Pangan Kita (TPK) yang disuplai oleh Bulog.

Untuk pasar raya Mojosari ini, sudah ada 7 TPK, harapannya jangan sampai TPK ini menaikkan harga dengan seenaknya, maka kehadiran Wulandari ini sebagai kontrol.

Wulandari ini tak hanya menyediakan beras saja, namun juga menyediakan gula, minyak dan menyediakan produk dari UMKM dengan harga sesuai dengan HET.

Mojosari hanya titik awal, selanjutnya Wulandari tetap kita kembangkan di 20 pasar yang ada di kabupaten Mojokerto.

Sementara Bupati Mojokerto Hj Ikfina Fahmawati menjelaskan, bahwa hari ini telah melaunching dan meresmikan Warung Wulandari di pasar raya Mojosari.

BACA JUGA :  Peringatan Hari Bumi, Wabup Ajak Peduli Lingkungan

Pasar raya Mojosari ini merupakan titik pemantauan harga barang- barang di kabupaten Mojokerto yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

” Tujuannya untuk mengendalikan inflasi, dan stabilisator kebutuhan barang yang ada dipasar,” ungkap Bupati.

Hari ini juga memberikan Wording, partisipasi dari seluruh OPD Kabupaten Mojokerto dalam membelanjakan anggaran APBD masing-masing melalui penggunaan produk dalam Negeri khususnya produk UMKM di Kabupaten Mojokerto.

Juga ada produsen dari usaha mikro yang masuk di E katalog, dan produk bagus akan diulang pembeliannya. Mereka juga mendapatkan penghargaan.

Wulandari memberikan kepastian, dengan adanya kelangkaan barang, dan juga sebagai alat kontrol inflasi barang yang ada dipasar,” pungkasnya.(wo)