Daerah

PJI-D Bali Gelar Seminar Kebangsaan Tolak Radikalisme dan Penyalahgunaan Narkoba

×

PJI-D Bali Gelar Seminar Kebangsaan Tolak Radikalisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Narasumber seminar kebangsaan tolak radikalisme dan penyalahgunaan narkoba

Denpasar,sekilasmedia.com-
Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Jurnalis lndonesia Demokrasi (PJI-D) Bali, menggelar seminar wawasan kebangsaan tolak faham radikalisme dan penyalahgunaan narkoba, di Aula Tower Maha Jaya Hotel Ubung Denpasar Utara ,Kamis (21/12).

Seminar itu menghadirkan tiga pilar garda terdepan, yakni dari Pangdam IX/ Udayana ,Intelkam Polda Bali dan BNNP Prov.Bali dengan diikuti 120 siswa SMK ,SMA se Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PJI-D Bali l Gusti Ngurah Agung Asmara, menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Agung Kertha Wara AugerahaNya sehingga bisa menghadirkan semua di acara seminar, baik nara sumber maupun pelajar SMA/SMK sebagai peserta.

BACA JUGA :  Pemkab Asahan Raih Opini WTP ke-8 Berturut-Turut dari Badan Keuangan Negara (BPK )RI

“Terimakasih pada semua, sehingga seminar ini berjalan lancar,” ujar Agung Asmara yang juga ketua DPD Badan Penelitian Aset Negara Provinsi Bali ( Lembaga Aliansi Indonesia).

Pangdam IX/ Udayana selaku Nara sumber yang disampaikan oleh Kol.Jonny Harianto Gulo, mengulas terkait wawasan kebangsaan, bahkan menekankan generasi penerus bangsa untuk mencintai tanah airnya dan cinta kepada Bangsanya dan mampu membawa dirinya untuk menjaga NKRI.

“Jangan muda terprovokasi, bentengi diri dengan keimanan agama dan gunakan waktu untuk hal hal yang positif,” katanya.

BACA JUGA :  100 Paket Sembako Dibagikan Kepada Warga Kurang Mampu Oleh Kapolres Jombang

Sementara itu perwakilan dari BNNP  Ni Putu Ananti Pratiwi, lebih mengenalkan jenis jenis narkoba. Dan meminta generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh jenis apapun yang namanya narkoba.

“Untuk narkoba ini jangan mudah terpengaruh dari siapapun dan tolak dengan alasan yang membuat oknum tidak ada celah mengajak,” tegasnya.

Sedangkan Intelkam Polda Bali lptu I.B Asmara Jaya, dalam pemaparannya menerangkan radikalisme dan terorisme. Pada dasarnya radikalisme dan terorisme itu mempunyai tujuan ingin menghancurkan dan memecah belah bangsa Indonesia dengan berbagai isu baik agama, sara dan politik.

“Jadi jangan mau dimanfaatkan apalagi sampai diajak dengan dijanjikan yang menggiurkan, selanjutnya didoktrin otak kita,” katanya. SN.