Daerah

Guna Hadapi Idul Fitri, Pemprov Jatim Harus Proaktif Kelola Bahan Pokok

×

Guna Hadapi Idul Fitri, Pemprov Jatim Harus Proaktif Kelola Bahan Pokok

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Sekilasmedia.com-Menghadapi Perayaan Idul Fitri nanti Pemprov Jawa Timur harus mampu menyediakan stok bahan pokok. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mengelola stok dan harga bahan pokok mulai saat ini, tepatnya Bulan Ramadhan.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Daniel Rohi menegaskan, ketersedian bahan pokok untuk masyarakat Jatim menjadi tanggung jawab pemprov. Terutama Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 2024. Ia tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pokok, atau harganya melambung tinggi.
“Jangan sampai kekurangan-kekurangan (bahan pangan) ini justru menghambat mereka untuk berpuasa dan juga bersuka cita di Hari Raya Idulfitri,” kata Daniel, Kamis (21/3/2024).

BACA JUGA :  Polres Pasuruan Gelar Sholat Idul Adha Dilanjutkan Penyerahan Sekaligus Penyembelihan Hewan Qurban

Daniel meminta agar manajemen stok dan bahan pangan kembali dievaluasi karena kelangkaan bahan pangan yang terjadi setiap tahun. Hal ini menunjukkan kegagalan dalam melakukan prediksi dan menyediakan stok yang cukup.

“Oleh sebab itu operasi pasar harus dilakukan dan kita sebagai DPRD tentu sangat mendorong, diperbanyak. Berkoordinasi dengan kabupaten/kota juga untuk melakukan operasi pasar. Jadi ini bukan masalah provinsi saja, tapi masalah kabupaten/kota,” paparnya.

Tak hanya itu saja, Pemerintah pusat seharusnya juga proaktif dalam menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga pangan yang terjadi setiap tahun.

BACA JUGA :  Asman Toga, Bentuk Akselerasi Lamongan Sehat

Politisi asal PDIP itu menegaskan upaya itu perlu dilakukan karena dikhawatirankan terjadi kekurangan bahan pangan yang dapat menghambat ibadah puasa dan kegembiraan masyarakat menyambut lebaran Idulfitri.
“Kita dorong supaya operasi-operasi pasar itu lebih intensif dilakukan. Bila perlu dua kali lipat. Uang yang ada pun kita belanjakan untuk kepentingan rakyat,” ujar Daniel.

Menurutnya, situasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan yang dihadapi masyarakat, memerlukan tindakan pemerintah yang lebih tegas. Terlebih, Provinsi di Jawa Timur dikenal sebagai lumbung pangan nasional.(Ud/adv)