Mojokerto,sekilasmedia.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan edukasi kepada lansia, ibu hamil dan para ibu balita di kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/6/24) Sore.
Acara turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Puskesmas Bangsal, Camat Bangsal, Kepala Desa Ngrowo dan Forkopimca Bangsal.
Kepala Desa Ngrowo Siti Maidah menyampaikan, terima kasih atas kehadiran rombongan Ibu Bupati yang berkenan hadir di acara Sehati pada sore hari ini. Saat ini Tahun 2024 jumlah penduduk Desa Ngrowo sebanyak 5971 jiwa, jumlah ibu hamil tahun 2024 sebanyak 20 bumil, jumlah bumil resti 7 orang dan ibu hamil KEK 2 orang.
Di Desa Ngrowo total jumlah balita keseluruhan 319 balita. Tahun 2024 jumlah balita stunting sebanyak 0 balita, Gizi kurang 2 balita. Jumlah lansia Desa Ngrowo sebanyak 803 lansia, jumlah lansia aktif datang ke posyandu sebanyak 502 lansia.
Bupati Ikfina memastikan, ibu hamil tidak boleh kurang gizi yang bisa dilihat dengan cara ukur LILA tidak boleh kurang dari 23,5 cm, setelah melahirkan bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah 6 bulan diberikan PMT dengan gizi seimbang tinggi protein sebagai zat pembangun, setelah usia 1 tahun anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengan menu gizi seimbang.
Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas, maka perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA. Pemkab Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati Ikfina gencar menyampaikan bahaya stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.
“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standar. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” kata Bupati Ikfina.
Selain itu, Bupati Ikfina juga menghimbau kepada para ibu balita dan kepada para lansia agar rutin ke posyandu, mengikuti senam lansia sebagai kegiatan rutin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh juga menghilangkan stres. Karena pada saat ini penyakit tertinggi adalah Hipertensi dan Diabetes Melitus, untuk itu dihimbau pada para lansia agar tetap memperhatikan pola makan sehat. (Clara)






