Daerah

Proyek Reklamasi Diduga Bodong, Warga Tianyar Demo Perusahaan

×

Proyek Reklamasi Diduga Bodong, Warga Tianyar Demo Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Kordinator demo melakukan orasi terkait akses jalan ke kuburan dan reklamasi laut di Desa Adat Tianyar, Karangasem.

Karangasem,Sekilasmedia.com -Ratusan warga dari Desa Adat Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, menggelar aksi demo terhadap PT Pasir Toya Anyar Kubu (PTAK).

Pada orasinya warga menuntut terkait akses jalan menuju ke dermaga dan penghentian pengurukan atau reklamasi laut yang diduga dilakukan tanpa izin.

Koordinator demonstrasi, I Nengah Darma, menyampaikan, pengurukan  sepanjang 20 -30 meter ke laut oleh PT Pasir Toya Anyar Kubu sudah dilakukan sejak November 2023. Bahkan ada beberapa pembangunan di lokasi tersebut juga mencaplok sempadan pantai.

Selaku masyarakat sangat dirugikan, karena akses jalan tertutup dari barat hingga timur. Akibat aktivitas reklamasi itu pesisir pantai makin abrasi dan lingkungan di sekitar rusak.

BACA JUGA :  Jembatan Pageruyung Resmi Dibuka Lagi, Kendaraan Roda 2 Bisa Melintas

Karenanya jika aksinya itu tidak direspon, maka warga akan menggelar aksi serupa. Warga menginginkan pengurukan laut atau reklamasi itu segera dihentikan. Sebab, dampaknya sangat tidak baik untuk lingkungan dan masyarakat.

Bendesa Adat Tianyar I Gede Suarma, Kamis (15/8) membenarkan, ada sejumlah warga melakukan aksi demo. Namun, sebagian besar warga yang menggelar aksi berasal dari luar Desa Adat Tianyar. Karena dianggap menganggu kondusivitas dibubarkan.

“Benar, setelah kita cek di lapangan hanya ada satu dua warga Tianyar, lainya dari luar dan sudah kita bubarkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mojowarno Creative Fest 2025 Resmi Di Buka Oleh Wakil Bupati Jombang

Terkait itu pihaknya telah menghimbau warga Desa Adat Tianyar untuk tidak melakukan aksi demo. Karena dari dulu memang tidak ada akses jalan dari pantai menuju kuburan, adanya cuma di sebelah kuburan.

“Apa yang disampaikan oleh kordinator demo tidak benar, kalau dermaga itu menutupi akses jalan ke kuburan,” tandasnya.

Diakui Suarma, sebelum ada dermaga warga memang melakukan aktivitas dengan melewati sepadan pantai. Namun kemudian akses tersebut tergerus abrasi. Pihak Desa Dinas dan Adat berinisiatif mengajukan permohonan bantuan menanggulangi abrasi, yang akhirnya keluar bantuan reklamasi. SN.