Malang, sekilasmedia.com – DPRD Kabupaten Malang gelar sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Plt Bupati Malang atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2025.
Bertempat diruang Sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang, tampak dihadiri Ketua sementara DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, Sekertaris Dewan, Anggota DPRD, OPD kabupaten Malang beserta tamu undangan lainnya. Senin (21/10).
Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto dalam pidatonya menyampaikan ucapan terima kasih atas berbagai rekomendasi,
saran, masukan dan pendapat Dewan yang terhormat pada Rapat Paripurna tanggal 14 Oktober 2024 lalu. Hal ini telah membuktikan bahwa kita memiliki tekad yang sama untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan profesional.
“Bahwa rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 harus berorientasi pada anggaran berbasis kinerja, yang mengutamakan hasil dari program dan kegiatan, dengan penggunaan anggaran secara terukur, efektif dan efisien,” kata Didik.
Selain itu, menurut Didik, dalam rangka penyempurnaan Raperda APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah juga akan melakukan pembahasan yang lebih mendalam bersama Badan Anggaran.
“Semoga melalui pertemuan ini kita dapat terus memperkuat sinergi dan harmonisasi agar Raperda APBD Tahun Anggaran 2025 ini nantinya dapat menjadi instrumen yang mampu memberikan gambaran yang jelas tentang besarnya pembiayaan atas berbagai sasaran yang hendak dicapai, dimana muaranya yakni untuk membiayai berbagai program dan kegiatan yang dapat memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” urainya.
Berkaitan dengan perkiraan target Pendapatan Daerah yang mengalami kenaikan 7,06 persen dibandingkan dengan APBD Induk Tahun Anggaran 2024, dapat disampaikan bahwa hal ini merupakan wujud optimisme Pemerintah Kabupaten Malang terhadap penerimaan Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2025, yang tentunya juga perlu diwujudkan dengan keseriusan dan komitmen bersama dalam mencapai target yang telah ditentukan.
“Walaupun harus diakui bahwa saat ini persentase Pendapatan Transfer masih sangat besar yaitu mencapai 76,35 persen dari target Pendapatan Daerah,” jelasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Malang
akan terus berupaya untuk menggali potensi-potensi pendapatan, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas SDM, optimalisasi BUMD, peningkatan pengawasan, dan juga melalui peningkatan kualitas pelayanan sebagai upaya untuk menciptakan kesadaran masyarakat utamanya dalam membayar Pajak serta Retribusi Daerah.
“Berkaitan dengan kebijakan Belanja, diarahkan untuk mewujudkan penganggaran yang berkualitas dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, yaitu kebijakan yang ditetapkan konsisten sesuai peraturan perundang-undangan,” terangnya.
Berkenaan dengan Pilkada Serentak Tahun 2024, tentunya Pemerintah Kabupaten Malang sepakat dengan harapan Fraksi fraksi DPRD, di mana sebagai upaya persiapan untuk menyukseskan pesta demokrasi di wilayah Kabupaten Malang, telah dilakukan beberapa langkah.
Menjalin komunikasi intens melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi maupun FGD dengan stakeholders terkait, mulai dari Forkopimda Kabupaten Malang, KPU Kabupaten Malang, Bawaslu Kabupaten Malang, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Malang, Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Plus, dan juga Tim Terpadu Penanganan Konflik (seluruh Kasi Trantib Kecamatan), dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah menjelang Pilkada Serentak di Kabupaten Malang.
Berkaitan dengan keselarasan terhadap dokumen perencanaan dapat disampaikan bahwa penyusunan APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2025 masih berpedoman pada RPJMD Kabupaten Malang tahun 2021-2026.
“Dengan tema pembangunan tahun ke 4 yaitu: “Peningkatan Daya Saing Daerah dan Peningkatan Kebermanfaatan Teknologi yang Berkelanjutan” yang mana tema tersebut mendukung tercapainya Visi RPJMD tahun 2021-2026, serta telah ditetapkan 6 prioritas pembangunan yang diharapkan mampu mendukung target indikator kinerja tujuan dan sasaran untuk mencapai Visi pembangunan Kabupaten Malang,” tukasnya. (BAS/ADV)






