Malang,Sekilasmedia.com–Pemerintah Kabupaten Malang membuka peluang kerja sama strategis dengan Blue Economy Foundation (Yayasan Ekonomi Biru) untuk mempercepat pembangunan berbasis ekonomi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan potensi unggulan daerah, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekonomi biru.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara jajaran Blue Economy Foundation dan Pemerintah Kabupaten Malang yang dipimpin langsung Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Blue Economy Foundation beserta tim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perhubungan, serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Lathifah menegaskan bahwa konsep ekonomi biru yang diusung Blue Economy Foundation memiliki keselarasan dengan visi pembangunan Kabupaten Malang, yakni “Malang Maju Berkelanjutan.” Menurutnya, Kabupaten Malang sebagai wilayah terluas kedua di Jawa Timur dengan 33 kecamatan dan jumlah penduduk terbesar kedua setelah Surabaya memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Malang menyadari tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola wilayah yang sangat luas ini. Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini karena kami yakin kolaborasi tersebut akan membuka peluang investasi dan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya mampu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Malang,” ujar Lathifah.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah potensi strategis Kabupaten Malang menjadi fokus pengembangan melalui pendekatan ekonomi biru. Salah satunya adalah peluang perdagangan karbon (carbon trading) yang saat ini tengah dijajaki Pemerintah Kabupaten Malang bersama PT BKI di bawah naungan Danantara sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Selain itu, keberhasilan destinasi wisata Boon Pring juga dinilai dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis lingkungan. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong masyarakat mengembangkan industri kreatif berbahan bambu menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Potensi lain yang turut mendapat perhatian adalah kerajinan sandal mendong dari Kecamatan Pakis dan bakiak khas Singosari yang telah berhasil menembus pasar ekspor. Produk-produk lokal tersebut dipandang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan daya saing Kabupaten Malang di tingkat nasional maupun internasional.
Lathifah juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah melalui regulasi yang memberikan kepastian hukum dan ruang pengembangan bagi pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Ketua Blue Economy Foundation menyampaikan komitmennya untuk ikut berkontribusi membangun Kabupaten Malang melalui pendampingan berbagai program ekonomi berkelanjutan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi potensi lokal.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Malang dan Blue Economy Foundation akan menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis bersama perangkat daerah terkait guna merealisasikan berbagai program kerja sama.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan gotong royong. Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis mampu mempercepat pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.






