Daerah

Disperka Kabupaten Mojokerto Bersinergi Dengan Yayasan Bimasakti: Peduli Negeri Gelar Workshop Literasi Pembayaran Non Tunai untuk Pemberdayaan Difabel

×

Disperka Kabupaten Mojokerto Bersinergi Dengan Yayasan Bimasakti: Peduli Negeri Gelar Workshop Literasi Pembayaran Non Tunai untuk Pemberdayaan Difabel

Sebarkan artikel ini
Disperka(Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) kabupaten Mojokerto bersama M.Adistya Dwi Kurniawan pengelola yayasan Bimasakti.(foto: Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten Mojokerto mengadakan Workshop Literasi Pembayaran Non Tunai untuk Pemberdayaan Difabel di Gedung Literasi Sooko pada Selasa 25 Februari 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali penyandang disabilitas di Kabupaten Mojokerto dengan keterampilan dalam pengelolaan transaksi non tunai sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.

Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, Drs. Mohammad Jamil, MM dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Program tersebut bertujuan untuk mendukung masyarakat, termasuk kelompok difabel, agar dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kolaborasi dengan steakholders memiliki program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Tujuan utama kami adalah melaksanakan program pemerintahan dengan pendekatan citizen-centric gavernance, di mana pemerintah yang membersamai masyarakat, mendukung berbagai potensi masyarakat untuk pro aktif bersama-sama secara proposional membangun Kabupaten Mojokerto,” ujar Drs. Mohammad Jamil, MM

Senada dengan hal tersebut, Hj. Shofiya Hana, Lc., atau dengan sapaan Ning Hanna menegaskan pentingnya peran serta penyandang disabilitas dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dan berdampak positif bagi perekonomian Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA :  Turnamen Futsal SLTA Se-Labuhanbatu Raya Piala Bergilir Ketua Yayasan ULB Cup 4 Resmi Dibuka, 26 Tim Bertanding

“Kegiatan ini merupakan hak kalian untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mojokerto. Semoga melalui program ini, teman-teman difabel dapat merasakan manfaat besar, baik secara pribadi maupun bagi kemajuan daerah,” ujar Ning Hana

M. Adistya Dwi Kurniawan, pengelola Yayasan Bimasakti yang menjadi Mitra Utama dalam program ini, mengungkapkan bahwa kegiatan pemberdayaan difabel ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, dan komunitas difabel. Program ini difokuskan pada pelatihan dan fasilitasi pembayaran non tunai.

“Kami memiliki program pemberdayaan bagi teman-teman difabel, khususnya dalam layanan pembayaran non tunai seperti PLN, PDAM, pulsa, dan ke depannya diharapkan dapat melayani pajak daerah di Kabupaten Mojokerto. Dengan ini, difabel bisa berkontribusi melalui penerimaan pajak daerah,” jelas M. Adistya Dwi Kurniawan.

Menurutnya, program ini diinisiasi karena adanya potensi besar dari penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi. Dengan keterampilan yang mereka miliki, diharapkan mereka tidak lagi bergantung pada bantuan tunai dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Kota Mojokerto Gelar Wayang Kulit Lakon Semar Boyong

“Kami ingin mendorong kemandirian ekonomi bagi teman-teman difabel. Ke depan, kami merencanakan untuk layanan keliling. Saat ini, program ini telah menjangkau 15 desa di Kabupaten Mojokerto. Kami juga memberikan bantuan berupa saldo top-up sebagai modal awal usaha. Program ini kami dorong menjadi inovasi dalam pemberdayaan para difabel” tambahnya.

Sebanyak 15 penyandang disabilitas dari komunitas Berdikari terlibat dalam program ini. Mereka mendapat pelatihan intensif serta difasilitasi pembukaan akun untuk menampung bantuan dana usaha. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dengan dukungan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto, terutama dalam membuka peluang kerjasama di bidang pembayaran pajak daerah.

Dengan adanya program literasi pembayaran non tunai ini,” diharapkan para penyandang disabilitas di Kabupaten Mojokerto dapat lebih mandiri secara ekonomi dan aktif dalam pembangunan daerah melalui kontribusi di sektor pembayaran digital,”harapnya

penulis: Wibowo

editor: Kaylla