Malang, sekilasmedia.com – Bertempat di Aula Gedung YPAC, jalan Tumenggung Suryo No.39, Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (18/2) malam, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menggelar reses tahap dua bertajuk Serap Aspirasi dengan fokus pada pelestarian budaya lokal.
Dalam kesempatan ini, Danny menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya khas Kota Malang, terutama dalam tradisi uri-uri budaya seperti halnya kesenian kuda lumping, seni bantengan serta kelestarian situs punden. Ia menyoroti banyaknya situs punden di daerah domisilinya, Pandanwangi, yang membutuhkan perhatian khusus.
“Saya orang Jawa, sejak kecil dididik untuk menghormati leluhur. Oleh karena itu, malam ini saya ingin berbicara tentang budaya: pertama, bagaimana pandangan kita terhadap budaya; kedua, kelestarian seni tari kuda lumping dan bantengan; dan ketiga, penghormatan terhadap punden,” ujar Danny dalam reses tersebut.
Meskipun beberapa aspirasi yang disampaikan warga tidak termasuk dalam bidang kerjanya di Komisi A, Danny menegaskan bahwa sebagai Ketua PAC Blimbing Partai Gerindra Kota Malang, ia siap berkolaborasi dengan anggota fraksi lain untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Saya akan meminta tolong anggota fraksi yang bertugas di komisi terkait agar aspirasi masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Danny yang kini menjadi pembina kebudayaan di Kecamatan Blimbing juga optimistis bahwa kebudayaan di Malang akan terus berkembang. Ia mengungkapkan bahwa dalam program pokir (pokok pikiran) tahun 2026, banyak permintaan terkait pengadaan alat musik tradisional seperti alat bantengan dan kuda lumping.
“Permintaan ini berasal dari konstituen yang telah mendukung saya menjadi anggota dewan. Oleh karena itu, saya merasa wajib memperjuangkan kepentingan mereka,” tambahnya.
Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan Danny dalam melestarikan budaya adalah merawat situs punden di Pandanwangi dengan memasang paving di sekelilingnya agar tetap bersih dan terawat. Ia menegaskan bahwa tindakan ini bukan bentuk kepercayaan terhadap hal mistis, melainkan penghormatan terhadap leluhur.
Menanggapi perkembangan budaya yang semakin modern, seperti penggunaan musik DJ dalam pertunjukan tradisional hingga meningkatnya aksi kekerasan dalam ritual tertentu, Danny menilai bahwa ini adalah bagian dari evolusi zaman. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional agar tidak kehilangan jati diri.
“Perkembangan zaman memang tidak bisa dihindari, tapi kita harus tetap menjaga esensi dari budaya itu sendiri. Oleh karena itu, saya akan mengupayakan pembinaan kepada komunitas seni budaya di Blimbing agar tetap sesuai dengan kaidah budaya asli,” jelasnya.
Sebagai penutup, Danny menyampaikan harapannya agar budaya Kota Malang tetap berjaya dan tidak kalah dengan pengaruh budaya luar. “Kita harus bangga dan terus melestarikan budaya kita sendiri,” pungkasnya.
Penulis : S Basuki
editor: Kaylla






