Malang, sekilasmedia.com – Kota Malang resmi memasuki usia ke-111 tahun. Di usia yang sudah matang ini, semangat kebersamaan dan tekad untuk terus mengukir prestasi menjadi tema besar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) tahun ini: “Satu Hati Mengukir Prestasi.”
Tema tersebut bukan sekadar jargon, melainkan sebuah ajakan nyata dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergerak bersama, dan memperkuat rasa memiliki terhadap kota yang dicintai ini.
“‘Satu hati’ menggambarkan sinergi dan rasa persatuan yang kuat. Sedangkan ‘mengukir prestasi’ adalah bentuk komitmen kita untuk terus bergerak maju dan menghadirkan Kota Malang yang kompetitif, tak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional,” ujar Wali Kota Wahyu saat memimpin Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-111 di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (8/4/2025).
Meski menghadapi tantangan global dan nasional, Wahyu menyampaikan bahwa Kota Malang menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Meski pertumbuhan ekonomi mengalami sedikit pelambatan dari 6,07 persen (2023) menjadi 5,41 persen (2024), Malang tetap bertengger di posisi kelima tertinggi se-Jawa Timur. Tingkat pengangguran juga berhasil ditekan dari 6,80 persen menjadi 6,10 persen, dan angka kemiskinan turun dari 4,26 persen menjadi 3,91 persen.
“Capaian ini bukan sekadar angka. Ini adalah cermin dari kerja keras dan kolaborasi kita bersama. Kami yakin, melalui visi ‘Menuju Malang Mbois dan Berkelas’ serta empat misi pembangunan dan program unggulan yang kami jalankan, Kota Malang akan melangkah semakin maju,” imbuhnya.
Wahyu juga menegaskan pentingnya semangat kolektif dalam setiap langkah pembangunan. Inklusivitas, keberlanjutan, dan inovasi menjadi kunci untuk membawa Malang menuju masa depan yang lebih cerah.
“Ke depan, kami bertekad untuk mencetak lebih banyak prestasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kota Malang harus menjadi kota yang mampu bersaing dan memberikan kebanggaan bagi warganya,” katanya.
Di balik semangat kemajuan, Wahyu juga mengingatkan pentingnya menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu. Baginya, mengenang masa lalu adalah pijakan penting untuk melangkah dengan arah yang tepat.
“Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita melanjutkan tongkat estafet pembangunan dengan penuh tanggung jawab, menjaga jati diri kota ini, dan membawanya menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
Peringatan HUT ke-111 Kota Malang tahun ini menjadi momentum refleksi dan pemacu semangat baru. Dengan satu hati, warga dan pemerintah siap bahu membahu membawa Malang melangkah lebih jauh—lebih mbois, lebih berkelas.
Penulis : S Basuki
editor: Kaylla