Malang, sekilasmedia.com – Kota Malang bersiap menyambut program pendidikan unggulan dari pemerintah pusat: Sekolah Rakyat. Dirancang sebagai sekolah berasrama gratis, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, guna memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menekan angka putus sekolah.
Presiden Prabowo menargetkan Sekolah Rakyat mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026. Menanggapi hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program tersebut di wilayahnya.
“Kami sudah menyiapkan lokasi di kawasan Tlogowaru, tepatnya di bekas kampus Poltekom. Tim dari Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR juga sudah melakukan peninjauan,” ungkap Wahyu.
Sekolah ini akan menjadi angin segar bagi warga Kota Malang yang masuk dalam kategori kemiskinan grade 1 hingga 3. Tak tanggung-tanggung, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk tiap lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Dengan sistem boarding school, para siswa akan tinggal di asrama dan mendapatkan fasilitas lengkap tanpa pungutan biaya—mulai dari seragam, makanan, tempat tinggal, hingga perlengkapan sekolah. Sekolah Rakyat dirancang untuk melayani jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA, namun tahap pelaksanaannya akan ditentukan lebih lanjut oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan.
“Program ini benar-benar menyentuh akar permasalahan putus sekolah, yaitu faktor ekonomi. Dengan konsep berasrama, anak-anak bisa fokus belajar tanpa memikirkan biaya, dan hasilnya pun sudah terbukti efektif di beberapa daerah,” tambah Wahyu.
Lebih dari sekadar pendidikan akademik, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan demi masa depan keluarga dan bangsa.
Penulis : S Basuki
editor: kaylla