
Malang, sekilasmedia.com – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Serikat Sopir Indonesia (SSI) digelar meriah di Terminal Arjosari, Kota Malang. Selasa (20/5). Acara ini tidak hanya menjadi momen syukuran, namun juga ajang refleksi dan penguatan peran strategis para sopir dalam mendukung pembangunan kota, khususnya di sektor transportasi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Malang, Ir. Slamet Santosa, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota SSI.
“Saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-8 kepada Serikat Sopir Indonesia. Semoga SSI terus tumbuh menjadi organisasi yang solid, berdaya, dan semakin berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya serta mendorong kemajuan Kota Malang,” ungkap Slamet Santosa dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa profesi sopir memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat. Sopir bukan hanya sekadar pengemudi kendaraan, melainkan juga menjadi ujung tombak dalam menjaga konektivitas antardaerah dan pelaku utama dalam pelayanan publik yang berkelanjutan.
“Di tengah dinamika kota yang semakin kompleks, sopir menjadi representasi profesionalisme sektor transportasi. Maka dari itu, keberadaan SSI sangat strategis sebagai wadah pembinaan dan perlindungan bagi para sopir,” tambahnya.
Slamet juga mengajak seluruh anggota SSI untuk terus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. “Jadilah contoh yang baik dalam bersikap sopan, sabar, dan tertib di jalan. Karena keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga yang menanti di rumah,” pesannya.
Ia juga menyinggung peran sopir sebagai duta keselamatan dan pelayanan publik yang mencerminkan wajah kota Malang—kota pendidikan, wisata, dan kreatif—yang ramah dan aman bagi semua.
Sementara itu, Ketua SSI, Zainal Mustafa, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-8 SSI ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yang menjadi pengingat pentingnya membangkitkan kembali semangat kolektif dan keteraturan dalam kehidupan berbangsa dan berorganisasi.
“Ulang tahun bukan sekadar selebrasi, tetapi bentuk syukur atas perjalanan organisasi. Kita berharap SSI terus berkembang, dikenal, dan mampu memperjuangkan hak serta kesejahteraan para sopir di seluruh Indonesia,” kata Zainal.
Ia juga menegaskan pentingnya dialog dan keterbukaan antara pengurus SSI dan pemangku kebijakan daerah. “Jika ada anggota kami yang datang untuk berdiskusi, mohon diberi waktu. Mereka hanya ingin berbicara, menyampaikan aspirasi. Kita ingin membangun kerja sama yang baik dan manusiawi,” ujarnya.
Zainal menutup sambutannya dengan harapan agar SSI menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan sistem transportasi yang tertib, aman, dan bermartabat.
Penulis : S Basuki





