
Purwakarta, Sekilasmedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memperkenalkan program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) kepada pondok pesantren di Kabupaten Purwakarta dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Jumat (23/5). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam penguatan ekonomi pesantren melalui sektor pertanian, khususnya budidaya pisang Sunpride.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala OJK Jawa Barat, Bapak Darwisman, serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purwakarta, KH Ahmad Anwar Nasihin. Turut hadir pula perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Syariah, Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah, dan Bank Jabar Banten (BJB) Syariah, sebagai bentuk dukungan sektor perbankan terhadap penguatan ekonomi pesantren.
“Lewat EPIKS, kami ingin membangun ekosistem ekonomi syariah yang berbasis pada potensi lokal. Pisang Sunpride menjadi komoditas unggulan yang kami dorong untuk dibudidayakan secara berkelanjutan oleh pesantren dan masyarakat sekitarnya,” ujar Darwisman dalam sambutannya.
KH Ahmad Anwar Nasihin menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat. “Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi pusat produksi dan distribusi ekonomi syariah. Budidaya pisang Sunpride ini adalah langkah konkret menuju hal itu,” ujarnya.
Sosialisasi ini juga diisi dengan sesi pelatihan teknis mengenai budidaya dan pengelolaan komoditas pisang Sunpride, termasuk strategi pemasarannya. Para peserta yang terdiri dari pengasuh pondok pesantren, santri, dan petani lokal tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Dukungan dari perbankan syariah turut memperkuat akses pembiayaan bagi pesantren dan masyarakat yang ingin terlibat dalam program ini.
Melalui program EPIKS, diharapkan pondok pesantren di Purwakarta dapat berkembang sebagai pusat ekonomi syariah yang mandiri, inklusif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.





