Daerah

Koster Marah Besar, Banyak Bisnis Usaha Ilegal Dijalankan WNA di Bali

×

Koster Marah Besar, Banyak Bisnis Usaha Ilegal Dijalankan WNA di Bali

Sebarkan artikel ini
Gubernur Bali, Wayan Koster.(foto: Soni)

Denpasar,Sekilasmedia.com
Gubernur Wayan Koster dibuat marah besar, usai menerima rentetan keluhan masyarakat, terkait kian maraknya dominasi usaha pariwisata oleh warga negara asing (WNA) di Bali.

Gubernur Koster pun langsung kencang gas, mengumpulkan seluruh kepala perangkat daerah dan instansi vertikal se-Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar.

Dalam rapat darurat tersebut, Koster akan membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk melakukan audit izin usaha pariwisata di Bali.

Timsus ini nantinya akan melakukan verifikasi faktual untuk memastikan tidak ada lagi perusahaan yang tak jelas tercatat di OSS (Online Single Submission).

BACA JUGA :  Penyegaran Manajemen Persik Kediri Jelang Musim Kompetisi Baru

“Banyak temuan usaha ilegal yang di jalankan WNA terutama melalui celah perizinan sistem OSS. Bali tidak boleh menjadi pasar bebas yang membunuh masyarakat sendiri,” tegas Koster.

Salah satu contoh, di Kabupaten Badung ada sekitar 400 izin usaha sewa mobil dan biro perjalanan yang dijalankan oleh WNA. Banyak dari usaha tersebut tidak tinggal dan memiliki kantor di Bali, namun bisa bebas beroperasi.

“Pariwisata kita sedang tidak baik baik saja. Jika situasi ini dibiarkan, Bali berisiko mengalami kemunduran secara ekonomi, sosial maupun citra pariwisata dalam lima tahun kedepan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Literasi Digital Kabupaten Sidoarjo

Kasatpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Darmadi menyambut baik seruan dan ajakan Gubernur Koster, menertibkan bisnis ilegal yang dijalankan WNA di Bali. Seruan tertulis akan menjadi senjata dalam melaksanakan tugas pengawasan tersebut.

Menurut Darmadi, izin usaha bisnis yang dimiliki WNA di Bali perlu didalami. Terkadang izin yang mereka kantongi tidak sesuai dengan praktik yang diterapkan di lapangan.

“Bukan berati kami anti asing, tidak, kita justru bersama sama tertib dalam berusaha,” ungkapnya.

Selama ini operasi bersih bersih wisatawan nakal sudah dilakukan melalui operasi mandiri, terkait dan terpadu. Operasi ini melibatkan stakeholder serta instansi terkait.