Daerah

Pembongkaran Bangunan Ilegal Pantai Bingin Optimistis Kelar Pertengahan September

×

Pembongkaran Bangunan Ilegal Pantai Bingin Optimistis Kelar Pertengahan September

Sebarkan artikel ini
Kondisi tebing Pantai Bingin, Desa Pecatu, pasca sejumlah akomodasi pariwisata ilegal dibongkar (foto sekilasmedia.com /soni)

Badung,Sekilasmedia.com-
Proses pembongkaran bangunan akomodasi pariwisata ilegal di tebing kawasan Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung, Bali, masih terus berlanjut.

Hingga Senin (8/9/) kemarin progres telah mencapai 80 persen sejak dilakukan pembongkaran pada Juli lalu. Saat ini tinggal 4 bangunan besar dan satu bangunan semi permanen yang tersisa dan akan segera dibongkar.

Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Selasa (9/9) mengaku optimistis jika 4 unit bangunan yang tersisa bisa diratakan dalam waktu sepekan atau pertengahan September ini rampung semua.

“Progres pembongkaran secara fisik mendekati 80 persen, masih tersisa 4 bangunan yang besar dan 1 semi permanen,” katanya.

BACA JUGA :  Silaturahmi Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Palembang Dengan Ketua DPRD Kota Palembang

Meski begitu untuk tantangan terbesar berada pada bangunan Morabito yang memiliki 9 lantai. Pembongkaran bangunan tersebut memerlukan penanganan lebih serius karena konstruksi bangunan rumit.

“Ini memerlukan penanganan ekstra, mengingat kontruksi bangunan itu rumit serta lokasinya berada di tebing yang curam,” ucapnya.

Disisi lain kata Suryanegara, para wisatawan juga masih nekat melintas di area pembongkaran. Padahal, jalur sudah ditutup dengan pengalihan akses masuk melalui sisi Pura Bingin.

Untuk pembongkaran setiap hari dikerjakan melibatkan tukang manual yang dibantu 5 unit alat berat, terdiri dari empat unit milik Satpol PP dan satu milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.

BACA JUGA :  BUPATI TAK INGIN ADA TEMPAT HIBURAN YANG BERBAU MAKSIAT DI LUMAJANG

“Dari 5 alat berat yang dikerahkan, tiga difokuskan untuk merobohkan bangunan eks Morabito. Satu menyelesaikan pembongkaran sisa bangunan, dan satu unit lainya berkerja setengah hari,” jelasnya.

Kendati demikian, akses menuju lokasi cukup menyulitkan. Tim juga mendapati kendala lain, seperti banyaknya besi sisa bongkoran. Terkait dengan puing puing hasil pembongkaran ditimbun di lokasi dan kemungkinan akan membutuhkan tambahan tanah untuk penataan lebih lanjut.

“Bekas bongkaran kita akan pakai untuk memperkuat pondasi penataan areal sekitar. Termasuk untuk penghijauan yang memerlukan tanah-tanah subur tambahan,” tandasnya.