Daerah

Sumringah, Ribuan Guru Ngaji di Jember Terima Honor Jutaan Rupiah. Gus Fawait Tepati Janji Politiknya

×

Sumringah, Ribuan Guru Ngaji di Jember Terima Honor Jutaan Rupiah. Gus Fawait Tepati Janji Politiknya

Sebarkan artikel ini
Pencairan honor guru ngaji di pendopo desa agar tidak antri di bank jatim. (Foto aurel)

Jember,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan penyerahan hononarium guru ngaji mulai hari ini, Rabu (10/9). Penyerahan honorarium itu, titik pertamanya berlangsung di kantor Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember.

Kabag Kesra Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, menyampaikan, pembagian hononarium atau insentif guru ngaji ini merupakan janji politik dari Bupati Jember Muhammad Fawait. Pembagiannya pun dilakukan secara tepat waktu sesuai janji dan para guru ngaji menerima uang tanpa harus antre di bank Jatim.

“Ini juga merupakan program prioritas Gus Bupati berkaitan dengan hononarium guru ngaji. Pembagian insentifnya juga dilakukan secara terhormat, mereka tidak perlu antre di bank Jatim, cukup datang ke kantor desa saja,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Selanjutnya kata dia, kuota intensif guru ngaji tahun ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah Kabupaten Jember. Yakni sebanyak 22.000 guru ngaji mendapatkan hononarium.

BACA JUGA :  Kontes Primadona Pantura 2024 Memasuki Babak Grand Final: Fazria Raih Gelar Juara.

“Kami bagikan honor guru ngaji berdasarkan arahan dari Gus Bupati, harus diberikan secara terhormat. Maka dari itu, tahun ini, pembagian honor guru ngaji dilakukan di masing-masing desa,” ujarnya:

“Guru ngaji tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke bank. Karena Gus Bupati tahu dan mengerti, beberapa wilayah di Kabupaten Jember ini memang jauh dari bank,” tambahnya.

Hafid menambahkan, selain mendapatkan insentif, para guru ngaji juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Dia menegaskan, memperlakukan guru ngaji secara mulia, merupakan arahan langsung dari Bupati Jember.

“Jadi nanti mereka bisa mendaftar, yang satu jelas sebagai guru ngaji, satunya lagi misal sebagai pedagang atau dengan pekerjaan lainnya. Untuk iuran perbulan BPJS-nya, ini akan dibayarkan oleh pemerintah,” paparnya.

Hafid juga menjelaskan, jumlah sebanyak 22.000 guru ngaji itu, merupakan total dari 31 kecamatan yang ada di Jember. Saat ini yang sudah bisa dilakukan proses pencairannya di 23 kecamatan.

BACA JUGA :  Puluhan Produk Hasil Inkubasi Wirausaha Pemkot Mojokerto Dipamerkan Di Sunrise Mall

Sementara untuk 8 kecamatan lainnya masuh dalam tahap proses.

“Jadi tahap satunya di 23 Kecamatan yang sudah bisa dicairkan dengan jumlah total 15.175. Tahap duanya, yang di 8 kecamatan, dalam seminggu ini akan segera kami proses untuk pencairan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu guru ngaji yang menerima insentif di Desa Yosorati, Haryono menyampaikan terimakasih kepada Bupati Jember. Kata dia, Bupati Fawait sudah menepati janjinya dan proses pencairan honor kali ini, guru ngaji tidak lagi perlu antre di bank.

“Terimakasih, Gus Fawait sudah menepati janjinya. Tepat waktu dan kami menerima honor hanya perlu datang ke kantor desa,” ungkapnya.

“Kami tidak perlu datang atau antre ke bank lagi. Kami diperlukan secara terhormat oleh Gus Fawait,” tandasnya.