Daerah

Bupati Jembrana “Murka” Beredar Isu Kabid Pungut “Upeti” Kepada Kepala Sekolah

×

Bupati Jembrana “Murka” Beredar Isu Kabid Pungut “Upeti” Kepada Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan (foto sekilasmedia.com/soni)

Jembrana,Sekilasmedia.com-
Dugaan praktik pungli atau upeti yang diduga melibatkan oknum Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana mencuat di masyarakat.

Oknum tersebut disinyalir memungut uang setoran kepada sejumlah kepala sekolah pada jenjang SMP yang ada di Kabupaten Jembrana. Kini informasi tersebut telah mendapatkan atensi serius dari Pemkab Jembrana.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Rabu (12/11) menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terkait kebenaran informasi meresahkan tersebut.

BACA JUGA :  Wabup Gresik Dorong Pemerintah Desa Ikutsertakan Pekerja Rentan Dalam BPJS Ketenagakerjaan

“Saya sudah menugaskan tim gabungan dari Inspektorat dan Disdikpora Jembrana, untuk cek informasi itu,” katanya.

Hasil investigasi tim ini diharapkan segera terungkap, untuk mengetahui fakta sebenarnya dibalik isu yang telah meresahkan dunia pendidikan di Jembrana.

Pun, terkait dengan praktik pungutan liar “upeti” dalam dunia pendidikan tidak dapat ditoleransi. Apalagi, jika itu dilakukan oleh oknum pejabat yang mencoreng citra daerah, sudah tentu akan ada sanksi tegas menanti.

“Jika memang terbukti melanggar dan main main dengan jabatannya, kami akan pecat,” tegas Kembang.

BACA JUGA :  Walikota Palembang, H. Harnojoyo Sambut Baik Kegiatan Bazar Kebutuhan Pokok.

Menurut Bupati, langkah tegas ini diambil sebagai komitmen Pemkab Jembrana dalam menjaga integritas birokrasi dan memastikan alokasi dana pendidikan benar benar digunakan untuk kepentingan peningkatan mutu sekolah.

“Dana pendidikan harus kembali untuk kepentingan anak anak dan sekolah, bukan untuk memperkaya oknum,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra mengaku masih menggali informasi lebih lanjut dengan melakukan penulusuran.

“Informasi ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dan internal. Yang pasti ini kami atensi,” tutupnya.