Daerah

Lama Bikin Resah, Tiga Biang Kerok Kelangkaan BBM di Bali Akhirnya Terungkap

×

Lama Bikin Resah, Tiga Biang Kerok Kelangkaan BBM di Bali Akhirnya Terungkap

Sebarkan artikel ini
Akibat pasokan BBM telat, pelayanan di salah satu SPBU di Bali nampak sepi (foto sekilasmedia.com/istimewa).

Denpasar,Sekilasmedia.com-
Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan akhirnya turun tangan mengkonfirmasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu terakhir di Bali.

Bahkan tanpa ragu ragu ia menggelar rapat khusus dengan pihak Pertamina Patra Niaga di Kantor Cabang Pertamina Bali. Hasilnya pun mengejutkan ada tiga biang kerok yang menyebabkan sulitnya mendapatkan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Ada tiga faktor utama penyebab kelangkaan BBM ini, yakni kuota harian tidak terpenuhi, keterbatasan stok, dan kurangnya armada pengangkut,” jelas Ngurah Kalakan, di Denpasar Jumat (21/11).

Menurut dia, persoalan ini dimulai dari pendistribusian BBM ke SPBU yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Harusnya kouta harian BBM di Bali 1.024 kiloliter, namun realisasinya hanya sekitar 980 kiloliter per hari.

BACA JUGA :  Polsek Bluluk Polres Lamongan Gelar Patroli Dialogis untuk Antisipasi Kejahatan dan Berita Hoax

“Makanya Bali Selatan, terutama di wilayah Jimbaran dan Denpasar yang paling terasa efeknya,” ujar dia.

Kalakan kembali menegaskan pada moment Hari Raya Galungan sebenarnya tidak ada lonjakan konsumsi BBM. Kelangkaan itu murni disebabkan pasokan tambahan dari Terminal BBM Manggis tidak optimal dan kurangnya armada pengangkut.

“Memang stok terbatas, ditambah distribusi tidak sesuai kebutuhan sehingga pasokan BBM seret,” tambahnya.

Pertamina juga berjanji akan menambah empat armada baru pada Desember mendatang. Bahkan ada wacana penambahan kouta BBM di 2026 untuk mencegah krisis berulang.

“Jika di Terminal BBM Pesanggaran stoknya baik, maka tak perlu lagi ke Manggis. Itu bisa berguna untuk di Bali Utara. Kami mendorong Pertamina untuk menjaga kouta 1.024 kiloliter agar pasokan stabil, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru,” tandasnya.

BACA JUGA :  Ribuan Jamaah Penuhi Halaman Mapolres Malang Dalam Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1444 H

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Endo Eko Satryo menjelaskan, BBM jenis Pertamax tidak memerlukan kuota khusus pemerintah, yang menggunakan kuota adalah Pertalite dan Biosolar.

“Kuota subsidi Pertalite dan Solar untuk Bali aman hingga akhir tahun. Untuk tahun ini, Insya Allah cukup sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi sementara, kuota BBM subsidi Pertalite dan Solar pada tahun 2026 kemungkinan akan mengalami kenaikkan mengikuti pertumbuhan ekonomi.

“Pertamina berkomitmen memperketat koordinasi agar distribusi harian tidak lagi di bawah target 1.024 kiloliter, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” tutupnya.