Bondowoso,Sekilasmedia.com-Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo kembali menjadi pusat perhatian ribuan jamaah dari berbagai daerah Nusantara. Dalam rangka Haul Akbar Muassis Pesantren, tahun ini acara mengusung tema “Kenduri Nusantara” yang digelar oleh Pengurus IKSASS Pusat (Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo). Acara ini dihadiri langsung oleh pengasuh, majelis keluarga besar pesantren, pengurus IKSASS se-Nusantara, serta ribuan alumni, wali santri, dan simpatisan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Sejak pagi, kawasan pesantren telah ramai dengan kehadiran para jamaah yang datang untuk berziarah, bersilaturahmi, dan mengikuti rangkaian kegiatan haul. Suasana religius dan penuh keakraban tampak di setiap sudut pesantren. Haul ini menjadi momen reflektif bagi seluruh keluarga besar pesantren untuk mengenang jasa dan keteladanan KHR. Syamsul Arifin, KHR. As’ad Syamsul Arifin serta KHR. Achmad Fawaid As’ad sekaligus memperkuat komitmen meneruskan perjuangan dakwah beliau.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pembacaan yasin dan tahlil, dilanjutkan tausiyah dari para pengasuh yang menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan, spiritualitas, dan integritas santri. Para jamaah tampak khusyuk, sementara para alumni lintas generasi saling bertegur sapa, memperlihatkan eratnya ikatan batin antarwarga pesantren.
Yang paling menarik dari Haul Akbar tahun ini adalah konsep “Kenduri Nusantara” yang diwujudkan dalam sajian makanan dan minuman gratis bagi seluruh tamu dan jamaah. Setiap pengurus IKSASS rayon dan sub Rayon se-Nusantara membuka pos layanan kuliner khas daerah masing-masing.
Menu yang disajikan sangat beragam dan menggugah selera—mulai dari kopi hangat, teh manis, gorengan, mie, hingga jagung rebus—semuanya disediakan secara sukarela untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Tradisi berbagi hidangan ini menjadi simbol kuat solidaritas alumni dan santri Sukorejo. Tidak ada sekat antara tua dan muda, antara pengurus dan jamaah—semuanya duduk bersama dalam satu barisan panjang, menikmati santapan sederhana yang penuh makna. Suasana inilah yang kemudian disebut oleh para panitia sebagai “kenduri kebangsaan ala pesantren”, karena mencerminkan nilai gotong royong dan ukhuwah Islamiyah.
Puncak acara berlangsung dengan “makan tabek bersama pengasuh”, tradisi khas Sukorejo yang sarat makna spiritual. Dalam momen ini, para pengasuh duduk bersama alumni dan jamaah, menikmati hidangan tabek yang disiapkan secara gotong royong. Raut wajah haru dan bahagia tampak menyelimuti para hadirin—sebuah potret keakraban yang sulit ditemukan di tempat lain.
Selain kegiatan kenduri, haul juga diisi dengan ziarah ke maqbarah muassis, pembacaan tahlil, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Semua rangkaian acara berjalan dengan tertib, penuh khidmat, dan menggambarkan perpaduan antara nilai religius dan sosial yang menjadi ciri khas pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Haul Akbar dan Kenduri Nusantara ini tidak hanya mempererat hubungan antaralumni, tetapi juga menegaskan bahwa pesantren tetap menjadi pusat peradaban dan persaudaraan. Dari Sukorejo, pesan moral kebersamaan dan cinta guru ini menggema ke seluruh pelosok negeri—menjadi bukti bahwa semangat perjuangan KHR. As’ad Syamsul Arifin masih terus hidup dalam jiwa santri dan alumninya.
Oleh: Dr. Abdul Wasik, M.HI (Alumnus Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo & Akademisi Kabupaten Bondowoso)






