Malang,Sekilasmedia.com–Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Malang bersama Dewan Pimpinan Daerah GMNI Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) menggelar kegiatan GMNI Sapa Kampung di RW 06 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Kegiatan ini mengusung tema Penguatan UMKM dan Ketahanan Pangan yang dikemas dalam bentuk seminar kemasyarakatan dan dilengkapi dengan layanan cek kesehatan gratis bagi peserta.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog langsung antara GMNI dan masyarakat kampung, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam membahas penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian pangan berbasis kebutuhan riil warga. Seminar berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber serta tokoh masyarakat setempat, dan diikuti oleh kader GMNI dari DPC Malang serta perwakilan DPD GMNI Jawa Timur.
Ketua DPC GMNI Malang, Albert, menegaskan bahwa kampung merupakan fondasi utama pembangunan ekonomi rakyat. Menurutnya, penguatan UMKM dan ketahanan pangan harus berpijak pada keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.
“GMNI meyakini kampung sebagai basis ekonomi kerakyatan. Ketika UMKM kampung kuat dan pangan dikelola secara mandiri, maka ketahanan ekonomi masyarakat akan semakin kokoh. GMNI Sapa Kampung adalah ikhtiar kami untuk hadir dan bekerja bersama rakyat, bukan sekadar berbicara di ruang-ruang formal,” tegas Albert. Jumat (23/1).
Dalam sesi materi, narasumber Bung Edi Banteng menekankan pentingnya pendampingan usaha secara berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Ia menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi.
“Penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan modal, tetapi juga melalui pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, serta pengelolaan yang lebih tertata agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain penguatan UMKM, isu ketahanan pangan turut menjadi perhatian utama. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan potensi lokal, seperti pekarangan rumah dan lahan kosong, guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Ketahanan pangan dipahami sebagai upaya kolektif untuk membangun kemandirian warga dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ketua RW 06 Kelurahan Tanjungrejo, Eka Wayu Putra, dalam keynote speech-nya menyambut positif kehadiran GMNI di wilayahnya. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dan keberlanjutan program yang berdampak langsung bagi warga.
“Kami mengapresiasi GMNI yang hadir langsung di tengah masyarakat. Program GMNI Sapa Kampung diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dan melahirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkapnya.
Wakil Ketua Bidang Pembangunan Desa DPD GMNI Jawa Timur, Bung Ara, menambahkan bahwa GMNI mendorong model pembangunan kampung berbasis partisipasi rakyat.
“UMKM dan ketahanan pangan merupakan dua pilar penting pembangunan rakyat. GMNI hadir tidak hanya untuk membangun kesadaran kritis, tetapi juga mendorong solusi praktis agar masyarakat mampu berdikari secara ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Bidang Kerakyatan DPC GMNI Malang, Bung Ernest, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal GMNI bersama masyarakat RW 06 dan tidak bersifat seremonial semata.
“GMNI Sapa Kampung ini berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan kemandirian ekonomi lokal serta penguatan program unggulan Jejak Hijau yang ingin terus dikembangkan di lingkungan RW 06,” jelas Ernest.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. GMNI Sapa Kampung diharapkan menjadi awal dari kerja-kerja kolaboratif yang berkelanjutan antara GMNI dan warga RW 06 Kelurahan Tanjungrejo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.






