Mojokerto,Sekilasmedia.com-Terletak di JL. Benteng Gumeng, Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang, terdapat kebun salak seluas kurang lebih 2 hektar menjadi destinasi favorit bagi para pecinta buah. Kebun Salak Pondoh Manis milik Pak Pracoyo ini telah berdiri secara mandiri sejak tahun 2006 dan sampai kini tetap eksis sebagai salah satu ikon agrowisata di Kabupaten Mojokerto.
Keunikan dari kebun ini adalah meskipun ukuran buah salaknya cenderung kecil, rasa manisnya tetap juara. Terdapat strategi menarik yang diterapkan Pak Pracoyo adalah membebaskan biaya masuk bagi pengunjung. “Wisata di sini masuknya gratis dan pengunjung bisa makan salak sepuasnya langsung di kebun,” ujar Mbah Sikun, salah satu pegawai senior di kebun tersebut.
Awal mula dibukanya kebun ini sebagai tempat wisata justru lahir dari sebuah solusi. Mbah Sikun menceritakan bahwa dulu, saat panen raya tiba, salak membludak sehingga tidak terserap pasar membuatnya terbuang sia-sia.
Akhirnya, melalui pemasaran di media sosial, kebun ini mulai dikenal luas. Jika ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 per kilogram, sementara untuk tengkulak dibanderol seharga Rp 4.000 per kilogram. Kebun ini menyediakan dua varietas unggulan, yakni salak pondoh dan salak madu.
Popularitas kebun Pak Pracoyo sudah merambah hingga Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. Tak jarang, rombongan wisatawan datang menggunakan kendaraan besar seperti Bison maupun Elf. Kebun ini juga sering menjadi lokasi penyuluhan serta tujuan untuk mahasiswa KKN dari berbagai daerah.
Pak Sukis, yang sudah bekerja selama 6 tahun di kebun ini, menambahkan bahwa suasana paling ramai biasanya terjadi saat musim panen raya. Dengan bantuan dua karyawan tetap, kebun ini terus dikelola secara telaten untuk menjaga kualitas rasa salak yang menjadi ciri khasnya.





