Mojokerto,Sekilasmedia.com-Mengunjungi daerah Trowulan rasanya belum lengkap jika belum menginjakkan kaki ke Situs Candi Kedaton yang terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo. Kompleks ini bukan hanya bekas peninggalan arkeologis umum, melainkan area yang cukup luas, diyakini merupakan sisa-sisa tempat tinggal orang-orang penting atau istana kerajaan pada masa keemasan Majapahit.
Di tempat ini, pengunjung akan menyaksikan bangunan dasar yang terbuat dari bata merah yang besar dan sebuah bangunan khas yang penuh misteri, yaitu Sumur Upas. Sumur ini sering dikaitkan dengan cerita rakyat yang menyebutkan adanya lubang rahasia dan gas beracun, sehingga membuatnya menarik bagi wisatawan yang suka mendengar cerita sejarah dan merasakan hawa mistis.
Kesakralan dan kelestarian tempat ini tidak terlepas dari peran para penjaganya, salah satunya adalah Pak Muin. Sebagai orang yang setiap hari merawat dan mengawasi area Candi Kedaton, Pak Muin sangat mengenal setiap bagian dari bangunan kuno tersebut. Ia mengatakann “meskipun nama “Upas” sering dikaitkan dengan racun, sekarang sumur itu lebih dianggap sebagai warisan arsitektur yang sangat hebat.”
Pembersihan dan perawatan rutin dilakukan agar pengunjung tetap merasa nyaman saat menjelajahi area yang luasnya mencapai beberapa hektar. Pak Muin menjelaskan betapa pentingnya menjaga etika saat berada di lokasi tersebut. “Kami sebagai pengelola selalu mengingatkan para pengunjung untuk tetap bersikap sopan dan santun.”
Tempat ini tidak hanya tempat berwisata, tetapi juga menjadi saksi bisu sejarah para leluhur kita. “Kalau soal Sumur Upas, memang ada banyak cerita yang berputar dari mulut ke mulut, tapi tugas kami di sini adalah memastikan banguna ini tetap aman dan tidak rusak akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” kata Pak Muin dengan nada tegas namun tetap ramah.
Di masa depan, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan di area situs semakin baik, seiring upaya pemerintah dalam mengelola kawasan Trowulan sebagai situs warisan dunia.
Dengan bantuan petugas seperti Pak Muin, Candi Kedaton dan Sumur Upas diharapkan tetap berdiri tegak sebagai simbol kejayaan peradaban dulu yang bisa dipelajari oleh orang-orang di masa depan.
Untuk Anda yang berencana berkunjung, selalu ikuti petunjuk dari pengelola agar kondisi situs tetap terjaga dengan baik.





