BISNIS

Inovasi Limbah Ban, Tiga Dekade Mengabdi pada Lingkungan di Sooko Mojokerto

×

Inovasi Limbah Ban, Tiga Dekade Mengabdi pada Lingkungan di Sooko Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Kios kerajinan ban bekas di Sooko yang memproduksi berbagai jenis tong sampah bermotif. foto:lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Selama 32 tahun, Slamet konsisten menggeluti usaha mandiri pengolahan ban bekas di Kabupaten Mojokerto. Terletak di Jl. R.A Basuni, RT.1/RW.1, Mergelo, Kecamatan Sooko, ia memproduksi berbagai tong sampah bermotif yang telah menjangkau berbagai kota di Jawa Timur.

Perjalanan usaha ini dimulai tahun 1994 dengan lokasi awal di Pasar Tanjung, sebelum akhirnya menetap di lokasi saat ini sejak tahun 2017. Awalnya, Slamet hanya memproduksi peralatan sederhana seperti timba dan bak dari ban. Namun, melihat perubahan pola hidup masyarakat, ia melakukan inovasi produk.

BACA JUGA :  Produksi Kerupuk Petulo 'Nyarih' Pacing Naik Tiga Kali Lipat di Bulan Ramadhan

“Dulu awalnya saya buat timba dan bak saja. Tapi untuk sekarang saya membuat tempat sampah karena di perumahan banyak orang yang tidak punya lahan untuk membuang sampah, jadi saya buatkan tong sampah dengan berbagai motif dan warna,” ujar Slamet saat menjelaskan tentang inovasinya.

Slamet selalu mempertahankan kualitas dan menekankan bahwa pengerjaan produknya sangat halus, terutama pada tahap pengecatan yang dilakukan sebanyak tiga kali agar warna lebih tahan lama. Untuk bahan baku, ia mengambil ban-ban bekas langsung dari berbagai bengkel.

Produknya telah melalui berbagai kota, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Kediri. Selain pembeli perorangan, usaha ini juga kerap kali dipesan oleh instansi pemerintahan. “Dulu sering dipesan oleh dinas, seperti Kantor Lingkungan Hidup untuk diletakkan di taman-taman dan dibagikan kesekolah-sekolah. Tapi sekarang lebih banyak lewat tender proyek,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Beri Diskon BBM dan Gas di Hari Pelanggan Nasional 2025

Mengenai harga, Slamet menawarkan tarif yang bervariasi tergantung kerumitan. Untuk tong sampah polos dibanderol mulai harga Rp60.000. Untuk versi berwarna yang sudah termasuk gratis penulisan (seperti nama instansi atau nomor rumah) dihargai Rp85.000 hingga Rp90.000, sementara untuk permintaan motif khusus dipatok seharga Rp100.000.