Bondowoso, sekilasmedia.com — Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyoroti dampak fluktuasi harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal nasional yang berpotensi berimbas ke daerah.
Hal itu disampaikan dalam forum “Bondowoso Memanggil” di Pendopo Raden Bagus Asra, Jumat (27/3/2026), saat membahas tantangan ke depan di tengah dinamika global.
Menurutnya, meskipun kondisi APBD Bondowoso saat ini masih dalam posisi berimbang antara pendapatan dan belanja, tekanan global tetap harus diantisipasi sejak dini.
“Kalau kita lihat, neraca APBD kita memang berimbang. Namun dalam konteks global dan nasional, kita sedang menghadapi situasi yang menuntut penyesuaian kebijakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, salah satu indikator utama adalah kenaikan harga minyak dunia yang kini mendekati 100 dolar per barel.
“Dengan harga minyak yang hampir menyentuh 100 dolar per barel, tekanan terhadap APBN sudah terasa. Defisitnya sudah di kisaran 130 triliun,” kata Abdul Hamid Wahid.
Ia mengingatkan, jika ketegangan global terus berlanjut, harga minyak bisa menembus 150 dolar per barel, disertai pelemahan nilai tukar rupiah.
Dalam skenario tersebut, lanjutnya, defisit negara berpotensi melonjak hingga 300 triliun rupiah.
“Kalau itu terjadi, dampaknya bisa sampai pada pengurangan anggaran ke daerah, termasuk kabupaten dan kota,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut akan berdampak langsung pada program-program pembangunan, khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah diminta mulai menyiapkan langkah antisipatif melalui perencanaan yang matang.
“Kata kuncinya adalah efisiensi, bahkan efisiensi dalam efisiensi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejumlah pemerintah daerah telah mulai menerapkan langkah penghematan, termasuk dalam penggunaan energi dan pola kerja aparatur sipil negara.
“Mau tidak mau kita harus melakukan penyesuaian dan simulasi, dari skenario yang paling optimis sampai kemungkinan terburuk,” kata Abdul Hamid Wahid.
Ia berharap seluruh elemen pemerintah daerah dapat bergerak adaptif menghadapi dinamika global agar stabilitas pembangunan tetap berjalan.






