Peristiwa

Hari Ketiga Pencarian, Korban KM Dharma Ferry VII Ditemukan Meninggal di Perairan Maspion

×

Hari Ketiga Pencarian, Korban KM Dharma Ferry VII Ditemukan Meninggal di Perairan Maspion

Sebarkan artikel ini
Tim Inafis Polres Gresik akan lakukan visum et repertum pada diduga jenasah korban jatuh dari kapal KM Dharma Ferry VII. (Foto: Humas Polres Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com – Upaya pencarian penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII yang dilaporkan jatuh ke laut akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga, Rabu (4/3/2026). Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di perairan depan Pelabuhan Maspion, Kabupaten Gresik.

Operasi pencarian melibatkan Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Dalam proses pencarian, tim membagi wilayah penyisiran menjadi tiga sektor. Area Selat Madura disisir oleh Basarnas, jalur tengah dipantau armada KPLP, sementara sektor utara yang meliputi Pelabuhan Petrokimia, Maspion, Jasatama hingga Semen Gresik menjadi fokus Satpolairud Polres Gresik bersama Ditpolairud Polda Jatim.

BACA JUGA :  Mobil Hangus Terbakar Setelah Isi BBM di SPBU Badung Pamekasan

Sekitar pukul 10.12 WIB, petugas menemukan sesosok jenazah mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion setelah hampir dua jam penyisiran. Tim kemudian melakukan evakuasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang selama ini dicari.

Korban diketahui bernama Muslich (37), seorang wiraswasta asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ia sebelumnya dilaporkan mengalami insiden Man Over Board (MOB) pada Senin (2/3/2026) saat kapal melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardhita membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut ciri-ciri fisik dan pakaian korban sesuai dengan laporan awal.

BACA JUGA :  Di Temukan Mayat Mr x, di Samping Teras Mushollah

“ Jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan identifikasi awal dari pakaian yang dikenakan, diduga kuat ini adalah korban yang jatuh dari kapal pada 2 Maret lalu,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan visum et repertum (VER). Proses identifikasi lanjutan dilakukan oleh Tim Inafis Polres Gresik guna memastikan identitas korban secara resmi.

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak agen KM Dharma Ferry VII untuk menghubungi keluarga korban di Nganjuk.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Pihak kepolisian mengimbau seluruh operator kapal dan penumpang untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi standar keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa.