Daerah

Hari Raya Nyepi Saka 1948, Umat Hindu Desa Pengalangan Menganti Lakukan Ritual Keagamaan di Pura

×

Hari Raya Nyepi Saka 1948, Umat Hindu Desa Pengalangan Menganti Lakukan Ritual Keagamaan di Pura

Sebarkan artikel ini
Wongso Negoro di sela perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948/2026 M di Desa Pengalangan (Foto: istimewa)

Gresik,Sekilasmedia.com – Dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi tahun Caka 1948/ 2026 M, Umat Hindu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik khususnya di Desa Pengalangan melakukan serangkaian prosesi ritual/ upacara keagamaan di Pura Kerta Bumi dan Pura Kerta Buana.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Gresik Wongso Negoro bahwa Perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 M /Saka 1948, Umat Hindu di Desa Pengalangan melakukan  sejumlah rangkaian upacara keagamaan. Yang di awali dengan upacara Melasti, lalu ogoh-ogoh selanjutnya Brata Penyepian dan kemudian Ngembak Geni atau persembahyangan terakhir.

BACA JUGA :  Wujudkan Generasi Sehat, Babinsa Koramil 0815/15 Jatirejo Dampingi Layanan BIAS

Pelaksanaan Upacara Melasti, lanjut Wongso bertujuan untuk menyucikan diri secara lahir batin serta menyucikan benda-benda sakral, Pura atau Pratimah dengan menghanyutkan kotoran diri.

” Sedangkan ogoh-ogoh akan dibakar setelah di arak pada malam Pangrupukan sehari sebelum Nyepi. Hal ini sebagai simbol pemusnahan kekuatan negatif atau jahat atau benda Butakala. Prosesi ini bertujuan menyucikan diri dan lingkungan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Dengan Anggaran 400 M, Dispendik Gresik Rencananya Akan Rehab Infrastruktur Sekolah SD dan SMP

Kemudian untuk Brata Penyepian, Umat Hindu dalam melakukan ritual ini ( Nyepi), dimana tidak boleh menyalakan api, tidak boleh bepergian dan tidak boleh bekerja, tambahnya.

Secara harfiah, Hari Raya Nyepi dimaknai sebagai momen memurnikan diri dan pikiran, serta upaya menjaga keharmonisan antara manusia, alam dan Tuhan. Nyepi menjadi momentum untuk refleksi dan evaluasi perjalanan hidup, sekaligus menjadi pengingat pentingnya hidup sederhana dan damai.