Mojokerto, Sekilasmedia.com – Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata melakukan peninjauan langsung ke Pos Pengamanan (Pospam) Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/03/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam pelaksanaan Operasi
Ketupat Semeru 2026.
Operasi pengamanan Lebaran tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi ini, Polres Mojokerto mendirikan tiga pos pelayanan dan pengamanan, yakni Pos Pelayanan (Posyan) Sendi di Kecamatan Pacet, Pospam Kenanten di Kecamatan Puri, serta Pospam Cembor di Kecamatan Trawas.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menjelaskan, saat ini Operasi Ketupat Semeru 2026 telah memasuki hari keempat pelaksanaan. Dalam beberapa hari awal operasi, pihaknya melakukan evaluasi terhadap sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi selama periode mudik dan libur Lebaran.
Menurutnya, terdapat lima fokus utama pengamanan, yakni potensi bencana alam seperti banjir dan longsor, pengaturan arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah serta malam takbir, hingga aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat.
“Kawasan Pacet dan Trawas menjadi salah satu perhatian karena merupakan daerah pegunungan yang rawan longsor dan banjir. Untuk itu kami melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan pemantauan serta bekerja sama dengan berbagai stakeholder,” ujar AKBP Andi.
Ia menambahkan, Polres Mojokerto juga menggandeng pengelola Tahura dan dinas terkait untuk melaksanakan patroli di kawasan pegunungan guna mengantisipasi potensi longsor. Langkah ini dilakukan menyusul informasi dari BMKG mengenai fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.
Selain pengawasan potensi bencana, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di jalur wisata, terutama terkait kondisi rem dan ban kendaraan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan di lapangan, Kapolres menyebut arus lalu lintas di wilayah Mojokerto hingga saat ini masih relatif normal dan didominasi aktivitas masyarakat lokal. Pergerakan pemudik dari luar daerah maupun antarprovinsi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Mojokerto mengerahkan sekitar 150 personel yang ditempatkan di berbagai titik pengamanan.
Jumlah tersebut diperkuat oleh personel dari polsek di jalur utama dan kawasan wisata serta dukungan dari instansi terkait.
“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur, polsek wisata, serta dukungan instansi lain, total kekuatan pengamanan mencapai hampir 400 personel,” jelasnya.
Kapolres berharap keberadaan Posyan dan Pospam tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga sebagai pusat kendali pengamanan di lapangan sehingga seluruh rangkaian kegiatan pengamanan selama Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal.






