Gresik,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Gresik meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal pada tahun 2026, bahkan diperkirakan mulai terjadi sejak akhir April.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah tidak menunggu krisis terjadi sebelum mengambil tindakan. Ia meminta kesiapan dilakukan sejak dini, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga langkah penanganan di tingkat desa.
“Jangan tunggu masyarakat kesulitan air baru kita bergerak. Semua harus sudah siap dari sekarang,” ujarnya dalam Rapat One Week Program di Ruang Graita Eka Praja, Senin (13/4/2026).
Data pemerintah daerah menunjukkan sedikitnya enam kecamatan berpotensi terdampak pada fase awal kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga 12 kecamatan saat puncak musim kemarau pada Juli hingga September.
Sebagai langkah awal, Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gresik menyiapkan distribusi air bersih bagi wilayah terdampak. Sejumlah sarana telah disiagakan, antara lain lima unit truk tangki, puluhan tandon air, serta ratusan jerigen.
Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan distribusi air akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Namun, keterbatasan armada dan dukungan operasional, khususnya bahan bakar, menjadi tantangan dalam pelaksanaannya.
“ Distribusi air bersih akan berlangsung rutin selama musim kemarau. Dukungan operasional, terutama BBM, menjadi perhatian utama,” katanya.
Selain distribusi air, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan sumber air alternatif dan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta, guna memperkuat penanganan kekeringan.
Bupati Yani juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri dengan menyediakan cadangan air di tingkat rumah tangga.
Dengan potensi kemarau yang lebih panjang dan luas, Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan penanganan kekeringan tahun ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mengarah pada pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.