Daerah

MGMP PJOK SMP Cup XVI 2026 Resmi Ditutup, Wadah Pembinaan Bakat dan Sportivitas Siswa

×

MGMP PJOK SMP Cup XVI 2026 Resmi Ditutup, Wadah Pembinaan Bakat dan Sportivitas Siswa

Sebarkan artikel ini
Penutupan MGMP PJOK SMP Cup XVI 2026 di GOR Galaxy Sadang, Purwakarta (foto; Ade/Sekilasmedia.com)

Purwakarta,Sekilasmedia.com-MGMP PJOK SMP Cup XVI 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari, sejak 20 hingga 25 April 2026, di GOR Galaxy Sadang, Purwakarta. Ajang tahunan bergengsi ini kembali menjadi wadah penting bagi pembinaan bakat olahraga pelajar SMP sekaligus sarana menanamkan nilai sportivitas dan karakter positif bagi generasi muda.

Ketua Pelaksana kegiatan, Setiadi Ratman, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini mengalami sedikit perubahan jadwal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya kegiatan rutin tersebut digelar pada Februari atau Maret, namun kali ini dipindahkan ke bulan April.

Menurutnya, perubahan jadwal dilakukan karena pelaksanaan sebelumnya berdekatan dengan bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, sehingga waktu persiapan dinilai terlalu sempit.

“Biasanya agenda rutin ini dilaksanakan pada Februari atau Maret. Namun tahun ini kami alihkan ke bulan April karena berbenturan dengan Ramadan dan persiapan Idulfitri. Waktunya terasa terlalu mepet, sehingga diputuskan untuk dilaksanakan setelah hari raya,” ujar Setiadi.

Pada penyelenggaraan ke-16 ini, panitia mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni futsal, bola voli, bola basket, catur, dan tenis meja, yang seluruhnya dibuka untuk kategori putra maupun putri.

Secara administrasi, terdapat lebih dari 64 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Purwakarta yang berpotensi mengikuti kegiatan ini. Antusiasme peserta pada tahap pendaftaran awal pun cukup tinggi.

Setiadi menyebutkan, jumlah pendaftar awal menunjukkan angka yang cukup besar, seperti futsal putra mencapai 90 tim dan futsal putri 36 tim, bola voli 44 tim, basket putra 13 tim dan putri 9 tim, catur putra 34 peserta dan putri 10 peserta, serta tenis meja putra 11 peserta dan putri 6 peserta.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya penurunan jumlah peserta aktif. Beberapa sekolah yang sudah mendaftar bahkan telah masuk dalam jadwal pertandingan, tetapi pada akhirnya tidak hadir atau memilih mengundurkan diri.

“Ini menjadi evaluasi penting bagi kita bersama. Banyak peserta yang sudah terdaftar tetapi akhirnya tidak hadir. Ke depan kami berharap semua peserta lebih berkomitmen terhadap kesepakatan awal,” katanya.

Ia menambahkan, futsal dan bola voli masih menjadi cabang olahraga favorit dengan jumlah peserta yang relatif stabil. Sementara itu, basket, catur, dan tenis meja mengalami penurunan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Sempit dan Berdiri Diatas Bekas Tanah Makam, Gedung DPRD Kota Kediri Minta Lokasi Baru

Setelah seluruh pertandingan berlangsung dengan penuh semangat dan persaingan yang sehat, para juara dari masing-masing cabang olahraga pun berhasil ditetapkan.

Untuk cabang catur, juara 1 putra berhasil diraih Bryan dari SMPN 7 Purwakarta, sedangkan juara 1 putri diraih Azalea dari SMPN 4 Purwakarta. Pada cabang tenis meja putra, Nazrul Fauzan dari SMPN 3 Purwakarta berhasil meraih juara pertama, sementara kategori putri dimenangkan Yosephin dari SMP Talenta.

Pada cabang basket, SMPN 3 Purwakarta berhasil menjadi juara pertama baik di kategori putra maupun putri. Untuk bola voli putra, juara pertama diraih SMPN 1 Plered, sedangkan voli putri dimenangkan SMPN 1 Purwakarta.

Sementara itu, futsal putra dimenangkan oleh SMPN 6 Purwakarta dan futsal putri diraih SMPN 1 Kiarapedes.

Penghargaan khusus futsal putra diberikan kepada Rizky Andrian dari SMPN 1 Darangdan sebagai top skor dengan raihan 16 gol, serta Ihsan dari SMPN 6 Purwakarta sebagai best player. Untuk futsal putri, Hera dari SMPN 1 Campaka menjadi top skor dengan 20 gol, sedangkan Reysa dari SMPN 1 Kiarapedes dinobatkan sebagai best player.

Selain itu, SMPN 3 Purwakarta berhasil meraih predikat Juara Umum MGMP PJOK SMP Cup ke-16 Tahun 2026 setelah menunjukkan dominasi di beberapa cabang olahraga, di antaranya menjadi juara pertama basket putra dan putri serta tenis meja putra. Prestasi tersebut menegaskan konsistensi SMPN 3 Purwakarta dalam pembinaan olahraga pelajar di tingkat SMP.

Setiadi menegaskan bahwa MGMP PJOK SMP Cup bukan hanya ajang kompetisi olahraga semata, tetapi juga memiliki tujuan pendidikan yang jauh lebih luas.

Menurutnya, ada dua misi utama dalam kegiatan ini, yakni menyalurkan serta mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang olahraga, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan fair play dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana siswa belajar menghormati lawan, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan tetap rendah hati saat meraih kemenangan. Nilai-nilai seperti itulah yang ingin kami tanamkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu keunggulan MGMP Cup dibandingkan ajang resmi lainnya seperti O2SN adalah tidak adanya batasan usia peserta. Seluruh siswa SMP dari kelas 7 hingga kelas 9 memiliki kesempatan yang sama untuk bertanding.

Dengan demikian, ajang ini menjadi ruang yang lebih inklusif bagi siswa untuk menyalurkan hobi, bakat, dan potensi olahraga mereka.

“Harapannya, bibit-bibit unggul bisa terdeteksi lebih awal. Prestasi yang diraih dari juara 1 hingga juara 3 dapat menjadi bekal penting saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Temui Ratusan Driver Online Sampaikan Sejumlah Tuntutan

Sertifikat dan penghargaan yang diperoleh dari MGMP Cup diharapkan dapat menjadi nilai tambah sekaligus bukti nyata atas prestasi siswa, sehingga membuka peluang yang lebih luas di masa depan.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Purwakarta sekaligus Kepala SMPN 4 Purwakarta, Mohamad Nursodik, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai pelaksanaan MGMP PJOK SMP Cup XVI berjalan dengan sangat baik dan profesional, serta layak untuk terus dipertahankan sebagai agenda tahunan.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan profesional. Saya berharap kegiatan ini terus ada setiap tahun sebagai ajang kompetisi yang positif bagi anak-anak dan harus terus disukseskan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa dan sportif.

“Dalam olahraga pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kekalahan harus menjadi motivasi untuk kembali berlatih dan tampil lebih baik tahun depan. Sementara yang juara harus mampu mempertahankan prestasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Pengawas Pembina Olahraga Kabupaten Purwakarta juga menyampaikan pesan penting terkait nilai kedisiplinan dan kesehatan jasmani maupun mental.

Menurutnya, MGMP PJOK Cup bukan hanya tentang kompetensi olahraga, tetapi juga tentang pembentukan karakter disiplin dan kebiasaan hidup sehat.

“Kesuksesan seseorang, termasuk di bidang olahraga, sangat ditentukan oleh latihan yang disiplin. Menjaga kesehatan jasmani dan mental juga menjadi bagian utama dari fungsi olahraga itu sendiri,” ujarnya.

Menutup kegiatan, panitia berharap MGMP PJOK SMP Cup dapat terus berkembang dengan dukungan semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas.

Setiadi mengajak seluruh SMP, baik negeri maupun swasta, agar semakin aktif mendukung kegiatan ini karena tingginya partisipasi menjadi bukti keseriusan dalam pembinaan generasi muda.

“Semoga MGMP Cup terus menjadi agenda yang bermanfaat, melahirkan atlet berprestasi, serta mencetak siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dan berkarakter,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya MGMP PJOK SMP Cup ke-16 Tahun 2026 ini, diharapkan semangat olahraga, sportivitas, dan nilai-nilai positif yang telah dibangun dapat terus melekat dalam diri setiap peserta sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.