Daerah

SEVPKO KSO Pastikan Kebun Dhoho Kediri Siap Hadapi Musim Giling 2026

×

SEVPKO KSO Pastikan Kebun Dhoho Kediri Siap Hadapi Musim Giling 2026

Sebarkan artikel ini
SEVPKO KSO Pastikan Kebun Dhoho Kediri Siap Hadapi Musim Giling 2026.(Foto:Ist/Saman/sekilasmedia.com)

 

Kediri,Sekilasmedia.com– Menjelang musim panen tebu 2026, jajaran manajemen KSO Tebu terus memastikan kesiapan di lapangan. Senior Executive Vice President (SEVP) Koordinator Manajemen KSO Tebu, Febri Ari Marpaung, melakukan pengecekan langsung terhadap tanaman tebu yang siap ditebang pada tahap awal di wilayah MKSO Kebun Dhoho, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu 25 April 2026.

Dalam kunjungannya, Febri menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal sebelum musim giling dimulai.

“Pada hari ini kami kembali memastikan kesiapan KSO Kebun Dhoho dalam menyambut musim giling yang segera tiba,” tutur Febri di sela kegiatan.

Febri menyampaikan optimismenya terhadap hasil panen tebu tahun ini. Menurutnya, dengan perawatan tanaman yang lebih intensif serta penerapan sistem kerja yang terintegrasi, produksi tebu pada musim 2026 berpotensi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami optimistis panen tebu musim 2026 akan menunjukkan tren positif. Perawatan tanaman yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu faktor utama peningkatan hasil,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bakal Calon Bupati Sidoarjo Cangkrukan Dengan Wartawan

Lebih lanjut, Febri mengungkapkan bahwa KSO Kebun Dhoho telah menerapkan prinsip operational excellence dalam pengelolaan perkebunan.

Hal tersebut didukung oleh penggunaan mekanisasi, digitalisasi proses, serta penguatan kultur teknis di lapangan. Selain itu, seluruh potensi lahan yang ada juga terus dioptimalkan guna meningkatkan produktivitas.

Faktor cuaca juga dinilai turut memberikan kontribusi terhadap kualitas hasil panen. Kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini dinilai dapat meningkatkan kadar rendemen tebu.

“Dengan kondisi cuaca yang cenderung panas seperti saat ini, kami berharap rendemen tebu bisa meningkat. Ini tentu berdampak pada hasil produksi gula secara keseluruhan,” tambahnya.

Febri juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja keras untuk mendukung pencapaian target produksi gula nasional. Pemerintah menargetkan swasembada gula sebesar 3,36 juta ton pada tahun 2028, dengan produktivitas tebu minimal 80 ton per hektare dan rendemen mencapai 8 persen.

BACA JUGA :  Di Usia 536, Kabupaten Gresik Usung Kolaborasi Dalam Pelayanan Untuk Gresik Baru Yang Lebih Maju

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pencapaian target nasional tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager KSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, menyatakan bahwa pihaknya telah siap menyambut musim panen tebu tahun ini. Sejumlah persiapan teknis maupun non-teknis telah dilakukan guna memastikan kelancaran proses panen dan giling.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan program Pethik Perdana yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis Legi, 30 April 2026. Selanjutnya, panen massal tebu akan dimulai pada Jumat, 9 Mei 2026.

“Kami telah menyiapkan seluruh kebutuhan untuk menghadapi musim panen tahun ini. Semoga seluruh proses berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Juni juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat sekitar agar musim panen tahun ini dapat menghasilkan produksi yang melimpah serta membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

“Kami mohon doa restu dari masyarakat agar panen tahun ini diberikan hasil yang maksimal dan membawa manfaat bagi banyak pihak,” pungkasnya.