Probolinggo, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan jenama daerah “Probolinggo Kota Bersolek” yang dirangkaikan dengan pemaparan kilas prestasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Momentum ini menjadi gambaran capaian pembangunan lintas sektor sekaligus arah penguatan identitas kota ke depan.
Dengan mengusung semangat “BERSOLEK”, Pemkot optimistis mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam tahun pertama kepemimpinannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan fokus utama diarahkan pada pembangunan fondasi yang kuat sebagai pijakan kebijakan jangka panjang. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik harus dijawab melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.
“Kami memastikan program prioritas mulai direalisasikan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Untuk memastikan kebijakan tepat sasaran, pendekatan pembangunan dilakukan secara langsung di lapangan. Bahkan, pada awal masa jabatan, wali kota memilih berkantor di sejumlah kelurahan guna menyerap aspirasi warga tanpa sekat birokrasi. Pola ini dinilai mampu mendorong pemerintahan yang lebih responsif dan adaptif.
Sepanjang 2025, berbagai capaian berhasil diraih, di antaranya 53 penghargaan tingkat regional dan nasional. Salah satu yang menonjol adalah penghargaan Menuju Kota Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup atas kinerja pengelolaan sampah. Dari 518 kabupaten/kota yang diseleksi, Kota Probolinggo berhasil masuk 34 besar.
Di sektor lingkungan, program sanitasi juga menunjukkan hasil signifikan dengan penurunan pencemaran mikroplastik lebih dari 50 persen serta penghapusan kontaminasi bakteri E.coli di sejumlah aliran sungai.
Pada bidang kesehatan, Pemkot menghadirkan layanan inklusif seperti klinik lansia serta inovasi pemantauan ibu hamil berbasis teknologi jam tangan pintar. Inovasi ini memungkinkan tenaga medis memantau kondisi vital secara real-time, sehingga risiko dapat dideteksi lebih dini. Dampaknya, angka kematian ibu hamil berhasil ditekan dari lebih dari delapan kasus menjadi dua kasus pada 2025.
Digitalisasi layanan kesehatan tersebut terintegrasi melalui dashboard data yang dimiliki masing-masing perangkat daerah, sehingga capaian program dapat dipantau secara berkala. Atas capaian ini, Kota Probolinggo juga meraih predikat Kota Sehat pada akhir 2025.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kota Probolinggo mencapai 5,85 persen pada 2025, termasuk yang tertinggi di Jawa Timur, dengan gini rasio sekitar 0,33 yang menunjukkan semakin meratanya kesejahteraan masyarakat. Aktivitas ekonomi lokal juga terdorong melalui penyelenggaraan 340 event sepanjang tahun.
Sementara itu, di sektor pendidikan, Pemkot menargetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melampaui angka 80 pada 2026. Berbagai program dijalankan, termasuk penuntasan anak putus sekolah melalui jalur pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C, serta penguatan wajib belajar 13 tahun melalui pendidikan anak usia dini.
Pemberian beasiswa juga disiapkan untuk menekan angka pengangguran terbuka, khususnya bagi lulusan SMA yang belum melanjutkan pendidikan atau belum terserap dunia kerja.
Di sektor infrastruktur dan konektivitas, Pemkot terus memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai kota transit dan gerbang menuju kawasan wisata Bromo. Salah satu langkah strategis adalah pengoperasian layanan kereta komuter serta pembentukan Perseroda berbasis maritim guna mendukung aktivitas kepelabuhanan.
Sejumlah program nasional juga mulai direalisasikan, seperti pembangunan sekolah rakyat dan pembentukan koperasi merah putih di seluruh kelurahan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada sektor pariwisata, tren kunjungan wisatawan yang menginap di Kota Probolinggo mengalami peningkatan signifikan. Pemkot menargetkan pengembangan 100 destinasi wisata dalam lima tahun ke depan, dari 76 destinasi yang telah terdata saat ini.
Selain itu, proyek strategis seperti pembangunan kampung nelayan dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah juga tengah dipersiapkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot juga memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dengan kinerja terbaik tahun 2025. Penghargaan diraih oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta Kecamatan Wonoasih. Untuk kategori kelurahan, penghargaan diberikan kepada Kelurahan Sukabumi, Wiroborang, dan Triwung Lor.






