Kesehatan

Program JKN Permudah Akses Layanan, Joni Jalani Perawatan Tanpa Beban Biaya

×

Program JKN Permudah Akses Layanan, Joni Jalani Perawatan Tanpa Beban Biaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui program BPJS Kesehatan. (Foto : BPJS)

Kediri,Sekilasmedia.com-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya dalam mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Joni Pranata (36), warga Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, yang kini dapat menjalani pengobatan tanpa terbebani biaya.

Joni menuturkan, dirinya bersama keluarga telah lama terdaftar sebagai peserta aktif JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah. Baginya, kehadiran program ini menjadi penolong saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Sudah cukup lama saya dan keluarga mendapat bantuan PBI dari pemerintah. Ini sangat membantu, terutama untuk akses berobat. Jadi kalau ada keluhan, bisa langsung ke puskesmas tanpa khawatir biaya,” ujar Joni saat ditemui di Kediri, Rabu (15/04).

Ia menceritakan, keluhan awal yang dirasakan berupa sakit kepala setelah mengalami jatuh. Awalnya ia menganggap keluhan tersebut ringan dan sempat berobat di dekat rumah. Namun, kondisi yang tidak kunjung membaik membuatnya memeriksakan diri ke puskesmas.

“Awalnya saya sempat jatuh, lalu muncul sakit kepala. Saya kira biasa saja dan sempat berobat di dekat rumah. Tapi karena tidak membaik dan malah terasa pusing, akhirnya saya ke puskesmas dan langsung dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

BACA JUGA :  Langkah Baru Pemkab Malang: Merawat Kesehatan Lewat Gedung Puskesmas yang Lebih Layak

Setibanya di rumah sakit, Joni menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia didiagnosis mengalami pendarahan otak ringan serta patah pada rahang dan dagu yang mengharuskannya menjalani tindakan operasi.

“Di rumah sakit semuanya ditangani dengan baik, mulai dari CT scan sampai rontgen. Sekarang tinggal menunggu jadwal operasi,” tuturnya.

Joni mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan. Ia merasakan tidak ada perbedaan perlakuan meskipun menggunakan JKN, serta seluruh layanan yang diterimanya dapat diakses tanpa biaya tambahan.

“Pelayanannya bagus dan tidak dibedakan. Dengan JKN ini saya sangat terbantu. Pemeriksaan seperti rontgen paru-paru dan laboratorium semuanya gratis. Kalau harus bayar sendiri, tentu biayanya besar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu melalui program PBI, sehingga dirinya tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah membantu iuran kami. Dengan adanya JKN ini, saya bisa berobat dengan tenang tanpa memikirkan biaya,” tambahnya.

BACA JUGA :  Walikota Palembang Ratu Dewa Launching Layanan Rawat Inap Di Puskesmas Wujudkan Kesehatan Merata

Selain itu, Joni juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah proses layanan. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengambil antrean secara online, mengecek status kepesertaan, hingga mengakses berbagai informasi layanan kesehatan lainnya dengan lebih praktis.

“Sekarang lebih mudah, antrean bisa diambil dari rumah sejak H-3 melalui Mobile JKN. Selain itu, saya juga bisa cek status kepesertaan. Jadi saat ke poli, tidak perlu lama menunggu karena semuanya sudah terjadwal,” pungkasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi akses maupun kemudahan administrasi.

“Kami terus menghadirkan inovasi layanan dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kesetaraan akses. Salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta dalam mengambil antrean, mengecek status kepesertaan, hingga mengakses informasi layanan. Peran pemerintah dalam menjamin iuran peserta PBI juga sangat penting agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya,” tutup Tutus.