Kesehatan

Pengobatan Kanker Berbiaya Besar, Baniyem Terbantu Program JKN

×

Pengobatan Kanker Berbiaya Besar, Baniyem Terbantu Program JKN

Sebarkan artikel ini
Baniyem, warga Kediri, terbantu Program JKN dalam menjalani pengobatan kanker tanpa biaya. (Foto : BPJS)

Kediri,Sekilasmedia.com-Di tengah besarnya biaya pengobatan kanker, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang bagi peserta yang harus menjalani perawatan jangka panjang. Manfaat itu dirasakan langsung oleh Baniyem (56), warga Kabupaten Kediri, yang kini tengah menjalani pengobatan kanker payudara.

Baniyem menuturkan, keluhan awal yang ia rasakan berupa rasa sakit pada bahu hingga tangan. Ia kemudian memeriksakan diri ke puskesmas dan mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan.
“Sekitar dua bulan lalu, bahu sampai tangan saya terasa sakit semua. Dari situ saya berobat ke puskesmas, lalu dirujuk ke RS Pare. Namun, karena saat itu fasilitas kemoterapi belum tersedia, saya kembali dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri untuk menjalani pengobatan lebih lanjut,” ujar Baniyem saat ditemui di RSUD Gambiran, Rabu (15/4).

BACA JUGA :  Inovasi Layanan Kesehatan Premium dengan "PEH" RSUD Gambiran Kota Kediri, Yang Datang ke Rumah Pasien

Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah, Baniyem memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan, mulai dari pemeriksaan, operasi, hingga kemoterapi. Seluruh layanan tersebut ia jalani tanpa harus khawatir terhadap biaya pengobatan.
“Saya merasa sangat beruntung karena ada BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu bagaimana harus menjalani pengobatan ini, karena pasti membutuhkan biaya yang sangat besar. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu mendaftarkan saya, sehingga saya bisa tetap berobat sampai sekarang,” ungkapnya.

Baniyem juga mengaku pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan berjalan baik. Menurutnya, sejak pemeriksaan awal hingga operasi dan kemoterapi di rumah sakit rujukan, seluruh layanan dapat diakses tanpa biaya tambahan.
“Selama menjalani pengobatan, saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya, seratus rupiah pun tidak ada. Bahkan, sejak pemeriksaan awal di puskesmas, operasi, hingga dirujuk ke RSUD Gambiran, saya juga tidak diminta biaya tambahan. Karena itu, saya benar-benar merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN,” tuturnya.

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Perkuat Peran Perangkat Desa dalam Cek Status Kepesertaan JKN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan bahwa kisah Baniyem menjadi salah satu bukti nyata manfaat Program JKN. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang telah membantu menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui kepesertaan JKN.
“Pengobatan kanker membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun melalui Program JKN, peserta tetap dapat menjalani pemeriksaan, operasi, hingga kemoterapi tanpa dibayangi kekhawatiran biaya.

Kami juga mengapresiasi peran pemerintah daerah yang telah mendaftarkan dan menjamin iuran peserta, sehingga akses layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata. Karena itu, peserta perlu memastikan status kepesertaannya selalu aktif agar manfaat JKN dapat dirasakan saat dibutuhkan,” jelasnya.