PURWAKARTA, Sekilasmedia.com – Suasana haru menyelimuti Masjid Tajug Gede Cilodong, Jalan Raya Cikopo, Kecamatan Bungursari, Rabu (29/4/2026), saat sebanyak 445 jemaah haji Kabupaten Purwakarta yang tergabung dalam Kloter 12 KJT resmi dilepas menuju Tanah Suci.
Pelepasan kloter perdana haji Purwakarta tahun 2026 ini menjadi momen penuh kebahagiaan bagi para calon tamu Allah SWT yang telah menanti bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah daerah bersama penyelenggara menempatkan pelayanan ramah lansia sebagai prioritas utama demi kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Acara pelepasan dihadiri Sekretaris Daerah Purwakarta Ir. Sri Jaya Midan, M.P. yang mewakili Bupati Purwakarta, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Purwakarta H. Syamsi Mufti, S.Ag., M.Si., jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga para jemaah.
Dalam sambutannya, Sri Jaya Midan menyampaikan salam dari Bupati Purwakarta yang berhalangan hadir karena agenda dinas di Jakarta. Ia menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang patut disyukuri.
“Kesempatan ini merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang patut kita syukuri bersama, karena tidak semua umat Islam mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya yang sempat menunggu lama untuk berangkat ke Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, kesabaran, dan keikhlasan.
“Perjalanan ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik semata, melainkan juga perjalanan yang membutuhkan kesiapan mental, kesabaran, serta keikhlasan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Purwakarta, H. Syamsi Mufti, menjelaskan bahwa Kloter 12 merupakan kelompok terbang pertama asal Purwakarta pada musim haji tahun ini, dengan total 441 jemaah dan 4 petugas pendamping.
Ia menyebutkan, jemaah termuda dalam kloter ini adalah Siti Khairatul Laila (18) asal Kecamatan Bojong, yang mendapatkan pelimpahan kuota dari ayahnya yang meninggal dunia pada 2023. Sedangkan jemaah tertua adalah Ibu Uhe (90) asal Kecamatan Cibatu.
Menurut Syamsi, sekitar 30 persen jemaah dalam kloter ini merupakan lansia berusia di atas 65 tahun, yakni sebanyak 87 orang. Karena itu, pelayanan ramah lansia menjadi perhatian utama sesuai tema penyelenggaraan haji tahun ini, yakni Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
“Kami terus meningkatkan layanan bagi jemaah haji lansia. Pemerintah telah menyiapkan petugas khusus pendamping, fasilitas pendukung seperti kursi roda, jalur prioritas, serta layanan kesehatan yang terintegrasi. Semua ini bertujuan agar jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan manusiawi,” jelasnya.
Ia juga memastikan seluruh dokumen keberangkatan telah siap sepenuhnya, termasuk visa, koper, dan perlengkapan lainnya. Para jemaah kini tinggal menunggu jadwal keberangkatan melalui Bandara Kertajati.
“Seluruh dokumen keberangkatan, termasuk visa, sudah siap 100 persen. Koper juga sudah diterima jemaah,” tambahnya.
Keberangkatan Kloter 12 ini menjadi awal dari total 473 jemaah haji asal Purwakarta yang akan diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sementara itu, sebanyak 39 jemaah lainnya akan tergabung dalam Kloter 40 yang dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026 bersama jemaah dari Kabupaten Indramayu dan Cirebon.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis bendera keberangkatan, disertai harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.






