Malang,Sekilasmedia.com-Ancaman penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang dikenal sebagai “lato-lato” pada sapi kian perlu diwaspadai, khususnya di wilayah perbatasan dengan mobilitas ternak yang tinggi. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mengingatkan pentingnya langkah pencegahan, terutama melalui vaksinasi mandiri oleh peternak.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) DPKH Kabupaten Malang, Lusia Endah Sukesi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 20 kasus LSD di wilayah Kabupaten Malang. Kasus-kasus tersebut mayoritas ditemukan di daerah perbatasan, seperti Kecamatan Lawang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan.
“Wilayah dengan lalu lintas ternak yang tinggi memiliki risiko penularan lebih besar. Pada prinsipnya, di mana ada kerumunan hewan, di situlah potensi penyebaran penyakit meningkat,” jelas Lusia. Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, salah satu upaya paling efektif untuk menekan penyebaran LSD adalah melalui vaksinasi. Namun demikian, berbeda dengan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemerintah tidak menyediakan vaksin LSD secara gratis.
“Peternak diharapkan dapat melakukan vaksinasi secara mandiri. Harga vaksin relatif terjangkau dan cukup diberikan satu kali dalam setahun, berbeda dengan vaksin PMK yang harus dilakukan setiap enam bulan,” terangnya.
Selain vaksinasi, kewaspadaan terhadap faktor penularan juga perlu ditingkatkan, mengingat LSD ditularkan melalui vektor serangga. Oleh karena itu, kebersihan kandang serta pengendalian populasi serangga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
DPKH Kabupaten Malang berharap seluruh peternak dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan ternak, sehingga potensi kerugian ekonomi akibat penyebaran penyakit dapat diminimalisir.