Gresik,Sekilasmedia.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik melakukan inspeksi ke PT Petrokimia Gresik setelah muncul keluhan masyarakat terkait bau amoniak menyengat yang sempat tercium di kawasan permukiman Gresik Kota Baru (GKB) dan PPS pada Rabu malam, 3 Juni 2026.
Inspeksi dilakukan melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik pada 4 Juni 2026 sebagai tindak lanjut atas unggahan yang viral di media sosial. Verifikasi lapangan dilakukan di area pabrik PT Petrokimia Gresik yang berlokasi di Desa Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Kepala Bidang PPKLH DLH Gresik, Zauji, melalui keterangan yang disampaikan stafnya pada Rabu (10/6/2026), menjelaskan bahwa hasil verifikasi menemukan adanya kebocoran pada Hand Operating Valve (HV) 102 di Pabrik Urea IA PT Petrokimia Gresik pada pukul 19.50 WIB, 3 Juni 2026.
Menurut hasil verifikasi, perusahaan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya menghentikan sementara operasional Pabrik Urea, melakukan penyemprotan air di lokasi kebocoran, memantau kualitas udara di sekitar perusahaan, serta melakukan patroli lingkungan untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak dan memerlukan bantuan medis.
Selain itu, PT Petrokimia Gresik mulai melakukan perbaikan terhadap valve HV 102 sejak pukul 07.00 WIB pada 4 Juni 2026. Perusahaan juga berencana meningkatkan teknologi penanggulangan pelepasan fluida ke lingkungan, menggelar pertemuan dengan kepala desa terdampak, serta memperluas forum komunikasi dengan masyarakat sekitar.
DLH Gresik juga telah melakukan pengambilan sampel kebauan untuk mengukur kadar amonia di lokasi. Hasil laboratorium menunjukkan kadar amonia sebesar 0,608 ppm, masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan sebesar 2 ppm untuk area produksi.
“Jadi untuk saat ini lokasi tersebut aman,” ujar Zauji.
Meski demikian, DLH Gresik menyatakan akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait insiden kebocoran yang terjadi di pabrik pupuk tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp salah satu staf Humas PT Petrokimia Gresik tidak memberikan respon.






