Daerah

Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah untuk Dukung MBG Berkelanjutan

×

Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah untuk Dukung MBG Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memperlihatkan MoU antara DLH dengan perwakilan SPPG terkait pengelolaan sampah dapat berjalan optimal. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik menjadi pelopor pemilahan dan pengelolaan sampah guna menekan dampak lingkungan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Arahan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Aula Mandala Bakti Praja, Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik, Senin (8/6/2026).

Bupati Yani menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan sampah dan limbah yang baik.

“ Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Karena itu, selain aspek kualitas pangan, kualitas pengolahan sampah dari sumber sebelum ke TPST juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Bupati Yani.

BACA JUGA :  Dugaan Kasus Yang Menyeret Kliennya, Pengacara Sholeh Nyatakan Tidak Terbukti Dan Selesai Di Internal PD

Menurutnya, terdapat tiga aspek penting yang harus dipenuhi setiap operasional SPPG, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan kualitas air yang digunakan dalam proses penyediaan makanan.

Bupati Yani menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 93 SPPG yang memerlukan penguatan koordinasi dan pendampingan, terutama terkait pengelolaan sampah. Ia menilai tantangan terbesar masih dihadapi wilayah utara Gresik yang belum memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Sementara itu, wilayah selatan telah didukung TPST di Kecamatan Menganti dan Kedamean. Karena itu, ia mendorong adanya nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan SPPG agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal.

Selain pengelolaan lingkungan, Bupati Yani juga mendorong setiap SPPG memanfaatkan komoditas lokal di wilayah masing-masing untuk mendukung kebutuhan bahan baku program MBG sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA :  Paripurna DPRD Kab. Mojokerto, Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Atas Pertanggungjawaban APBD Tahun 2022

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gresik siap memberikan subsidi transportasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan buah-buahan bagi SPPG karena Gresik bukan daerah penghasil buah.

“ Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar serta menjadikan SPPG sebagai pelopor budaya kebersihan lingkungan,” katanya.

Bupati Yani berharap melalui kegiatan pembinaan tersebut dapat terbangun budaya pengelolaan sampah yang baik di seluruh SPPG serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara program MBG dalam mewujudkan Gresik yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Kesehatan Mukhibatul Khusnah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifudin, serta kepala mitra dan pengelola SPPG se-Kabupaten Gresik.

Penulis: RudiEditor: Erik