Daerah

Dari Tradisional Ke Digital 375 Kader PKK Muba Siap Gempur Pasar Online Lewat UP2K

×

Dari Tradisional Ke Digital 375 Kader PKK Muba Siap Gempur Pasar Online Lewat UP2K

Sebarkan artikel ini
Resmi Ditutup! 375 Kader PKK Muba Kini Punya Senjata Baru' Pasarkan Produk UMKM" (Menggunakan istilah senjata baru' sebagai metafora keterampilan digital ( Foto/Humas kominfo musi banyuasin sumsel)

Sekayu,Sekilasmedia.com-Rangkaian Pelatihan Pemasaran Produk UP2K Menuju Era Digital yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi ditutup pada Jumat (12/6/2026). Acara penutupan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Mall Pelayanan Publik Muba.

Ketua TP PKK Muba, Hj. Patimah Toha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan sejak 8 hingga 12 Juni 2026 dengan penuh semangat dan disiplin. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman demi kelancaran kegiatan.

BACA JUGA :  Kapolri Hadiri Penutupan Pesmaba UMM 2023

Patimah menekankan pentingnya implementasi ilmu yang telah didapat. “Ilmu jangan berhenti di ruang kelas. Berbagai materi yang diterima hendaknya tidak hanya berhenti di sini, tetapi harus diterapkan, dikembangkan, dan disebarluaskan di wilayah masing-masing,” tegasnya. Ia berharap langkah ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Staf Ahli TP PKK Muba, Liliyani A. Rohman, melaporkan bahwa pelatihan berjalan lancar dan antusias. Total ada 375 peserta yang terlibat, yang terdiri dari pengurus TP PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan, serta Kader Dasawisma dan Kader Sandang. Setiap bidang diikuti oleh 75 peserta.

BACA JUGA :  Pangdam V/Brawijaya Gowes bersama LCC Menuju Lokasi TMMD Desa Jembul

“Alhamdulillah, peserta memperoleh tambahan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan sesuai bidangnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya, serta memohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan,” ujar Liliyani.

Dengan bekal keterampilan digital ini, para kader diharapkan mampu mendorong pemasaran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) agar lebih kompetitif di era digital.