Daerah

Bupati Malang Lantik 166 Pejabat dan Kepala Sekolah, Sanusi: Jadilah Birokrat Pemecah Masalah

×

Bupati Malang Lantik 166 Pejabat dan Kepala Sekolah, Sanusi: Jadilah Birokrat Pemecah Masalah

Sebarkan artikel ini
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 166 di Pendopo Kabupaten Malang (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., melantik dan mengambil sumpah jabatan 166 pejabat administrator, pejabat fungsional, serta mengukuhkan kepala sekolah TK, SD, dan SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Prosesi pelantikan digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (3/8) siang.

Bupati Malang yang akrab disapa Abah Sanusi didampingi Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si. Dalam sambutannya, Sanusi menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan birokrasi dan penguatan kapasitas organisasi pemerintahan.

“Pelantikan merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan birokrasi sekaligus penguatan kapasitas organisasi agar semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab kompleksitas pembangunan. Jabatan yang diemban adalah ruang pengabdian yang menuntut tanggung jawab lebih besar,” tegas Sanusi.

Menurutnya, setiap kewenangan yang dimiliki aparatur pemerintah harus diwujudkan dalam pelayanan nyata kepada masyarakat. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta tidak hanya bekerja sesuai uraian tugas, tetapi juga mampu menjadi problem solver, penggerak perubahan, dan motor penguatan budaya kerja 5K: Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas, dan Kerja Prestasi.

“Jangan hanya menjadi birokrat administratif. Jadilah birokrat yang mampu membaca persoalan, menghadirkan inovasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Menteri Nusron Tegaskan Tak Ada Satu pun Kasus Baru Sengketa Tanah di Tahun Pertama Periode Kabinet Merah Putih

Pelantikan tersebut juga diwarnai sejumlah pergeseran jabatan strategis. Franky Sukandari yang sebelumnya menjabat Camat Tajinan kini dipercaya sebagai Camat Jabung, sementara posisi Camat Tajinan diisi Wirawan, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Lawang.

Di sektor birokrasi, Tetuko Luhur Setyo Bathoro berpindah dari jabatan Kepala Bagian Perekonomian menjadi Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang. Posisi Kabag Perekonomian kemudian diisi Samsul Kahar, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Bapenda Kabupaten Malang.

Sementara itu, Nurul Sri Utami, S.Pd., M.M. dipercaya mengemban jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, setelah sebelumnya menjabat Kepala Bidang Sekolah Menengah (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Pada jenjang pendidikan dasar, salah satu kepala sekolah yang dikukuhkan adalah Diah Muninggar sebagai Kepala SD Negeri 1 Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

Sanusi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Malang lima tahun ke depan sangat bergantung pada kualitas kinerja birokrasi. Ia mengingatkan bahwa RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029 telah menetapkan arah pembangunan yang jelas, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan daya saing daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia unggul, hingga tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berintegritas.

BACA JUGA :  Gelar Rapat Koordinasi Dengan Media, DPRD Pasuruan Harapkan Kerjasama Yang Sinergi

Bupati juga mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah kini semakin tinggi. Warga tidak lagi hanya menilai prosedur birokrasi, tetapi juga kecepatan respons, ketepatan penyelesaian masalah, transparansi, dan kemudahan pelayanan.

Karena itu, ia meminta seluruh ASN yang dilantik menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan dan keputusan yang diambil.

“Hilangkan budaya birokrasi yang lambat, berbelit-belit, dan saling melempar tanggung jawab. Bangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif terhadap perubahan, berani melakukan perbaikan, dan selalu berorientasi pada solusi,” katanya.

Kepada para kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang dikukuhkan, Sanusi berpesan agar menjadi pemimpin satuan pendidikan yang mampu menggerakkan peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Kabupaten Malang.

“Bangunlah ekosistem sekolah yang aman, inklusif, inovatif, dan menyenangkan. Jadilah teladan bagi guru, inspirasi bagi peserta didik, sekaligus mitra yang baik bagi orang tua dan masyarakat,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Abah Sanusi mengingatkan bahwa jabatan hanyalah amanah yang dapat datang dan berakhir sewaktu-waktu, sedangkan integritas, dedikasi, dan jejak pengabdian akan selalu dikenang.

“Bekerjalah dengan hati, berpikirlah dengan visi, bertindaklah dengan integritas, dan berikan karya terbaik bagi Kabupaten Malang yang kita cintai bersama,” pungkasnya.