Gresik,Sekilasmedia.com – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Job Fair Tematik 2026 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gresik di Icon Mall Gresik selama dua hari, Kamis (16/7) hingga Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 perusahaan dan instansi itu menyediakan 1.976 lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja.
Saat membuka kegiatan tersebut, Jumat (17/7/2026), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Job Fair Tematik bukan sekadar agenda seremonial ataupun gimmick, melainkan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan dunia industri.
” Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya bisa kita pertanggungjawabkan, mulai dari siapa yang mendaftar, mengikuti seleksi, sampai siapa yang akhirnya diterima bekerja. Semua tercatat dalam sistem sehingga hasilnya bisa diukur dan dievaluasi,” ujar Bupati Yani.
Menurutnya, tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Masuknya investasi dan perkembangan teknologi menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui berbagai organisasi perangkat daerah. Tidak hanya Disnaker, sejumlah OPD juga menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan industri agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan.
Bupati Yani juga mengajak perusahaan di Kabupaten Gresik bersinergi dengan pemerintah daerah dengan menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja, termasuk apabila proses rekrutmen dilakukan secara daring. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Disnaker sebagai penghubung antara dunia usaha dan pencari kerja.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin mengatakan Job Fair Tematik merupakan implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.
Ia menjelaskan, sebanyak 1.976 lowongan kerja difasilitasi dalam Job Fair Tematik 2026. Jumlah itu melengkapi mini job fair yang digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total lowongan yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677.
Berdasarkan evaluasi Job Fair 2025, dari 2.968 kebutuhan tenaga kerja yang difasilitasi melalui Gresikerja, sebanyak 1.058 tenaga kerja berhasil ditempatkan di dalam negeri dan 391 pekerja migran Indonesia (PMI) ditempatkan di luar negeri. Meski demikian, masih terdapat 396 lowongan yang belum terisi karena membutuhkan kompetensi khusus.
Untuk meningkatkan efektivitas penempatan tenaga kerja, seluruh perusahaan peserta Job Fair 2026 diwajibkan melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan berlangsung.
Hingga Juli 2026, kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Gresik masih didominasi lulusan SMK/SLTA sebanyak 3.145 lowongan. Selain itu tersedia 377 lowongan bagi lulusan S1, 111 lowongan D3, 20 lowongan D1/D2, 14 lowongan untuk lulusan SMP, serta 20 lowongan bagi lulusan SD.
Selain bursa kerja, kegiatan ini juga menghadirkan seminar bertema Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri yang menghadirkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Dahlan menilai program magang menjadi kunci utama untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar program magang semakin terstruktur.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Yani juga melantik 12 Jaga Migran Rangers (JMR) dari enam kecamatan kantong pekerja migran Indonesia, yakni Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Tambak, dan Sangkapura. Mereka bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat, mendampingi calon pekerja migran, mendeteksi dini penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
Di sisi lain, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi menyebut Job Fair Tematik 2026 sebagai wujud komitmen nyata Bupati Gresik dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
” Saya menyambut baik dan siap melanjutkan serta membantu program-program Bapak Bupati agar sukses. Kami juga akan mendata SMK-SMK untuk mengikuti pelatihan di perusahaan-perusahaan di Gresik serta membekali para siswa SMK dengan kemampuan bahasa Mandarin,” katanya.






