Kesehatan,Sekilasmedia.com-Pernahkah Anda membayangkan bahwa kuman yang sering kita anggap sepele seperti virus penyebab keputihan, kuman maag, atau bakteri gusi ternyata bisa menjadi pemicu kanker? Banyak masyarakat masih mengira bahwa kanker disebabkan oleh faktor keturunan atau pola hidup yang tidak sehat semata. Kenyataannya, sekitar satu dari enam kasus kanker di dunia bermula dari infeksi yang dibiarkan bertahun-tahun.
Secara umum, ada tiga jalur utama bagaimana infeksi kuman di dalam tubuh bisa memicu kanker. Jalur pertama adalah perusakan secara langsung oleh racun kuman. Virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks dan bakteri Helicobacter pylori pemicu kanker saluran cerna bekerja mematikan mekanisme antikanker alami di dalam tubuh manusia.
Jalur kedua terjadi melalui mekanisme peradangan yang tidak kunjung sembuh. Saat kuman bersarang lama di dalam organ tubuh, sistem kekebalan akan memicu respons peradangan secara terus-menerus untuk melawan kuman tersebut. Perlawanan yang berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun ini dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya secara perlahan. Contoh nyata dari proses ini adalah infeksi virus Hepatitis B atau C yang membuat organ hati terus meradang hingga akhirnya berubah menjadi kanker hati. Kondisi serupa dapat terjadi pada luka bekas penyakit TBC di paru-paru yang berisiko memicu kanker paru, maupun masalah gusi berat yang dapat berkembang menjadi kanker di area mulut dan gusi jika dibiarkan tanpa penanganan medis.
Jalur ketiga berkaitan dengan terganggunya keseimbangan jutaan bakteri baik yang mendiami usus dan area sensitif manusia. Saat pola makan buruk atau terdapat kuman luar yang masuk, jumlah bakteri baik akan merosot tajam sehingga bakteri jahat menguasai area tersebut. Ketidakseimbangan ini merusak lapisan pelindung alami organ, memicu respons peradangan kronis, dan memudahkan zat berbahaya merusak sel-sel tubuh. Kerentanan ini menjadi semakin parah pada penderita HIV akibat sistem imun yang tidak lagi mampu memburu sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker. Infeksi berat yang dialami ibu saat hamil pun dapat memicu peradangan pada janin dan meningkatkan risiko kanker pada anak seperti leukemia di kemudian hari.
Meskipun terdengar mengkhawatirkan, fakta bahwa beberapa kanker dipicu oleh kuman justru membawa kabar baik karena sebagian besar kasusnya sangat bisa kita cegah sejak dini. Upaya perlindungan dapat dimulai lewat pemberian vaksinasi penting seperti vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks dan vaksin Hepatitis B untuk melindungi organ hati. Masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan infeksi berlarut-larut dengan segera mengobati maag kronis, keputihan tidak normal, atau gusi berdarah sampai tuntas ke dokter. Melalui penerapan gaya hidup bersih, pengolahan makanan hingga matang, serta pembagian edukasi ini kepada keluarga, kita telah mengambil langkah nyata dalam melindungi diri dari bahaya kanker.
Karya Artikel Kesehatan ini ditulis Oleh: dr. David Christianto, M.Biomed., M.H., M.M., Sp.MK (Dosen Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Petra)






