Jombang,Sekilasmedia.com – Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) menggelar Halaqah Nasional sebagai bagian dari rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (28/8). Forum yang berlangsung di Jombang tersebut diikuti para dokter serta pengurus PDNU dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara organisasi profesi, organisasi keagamaan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan.
Salah satu narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati. Dalam pemaparannya, Sutopo mengapresiasi pelaksanaan Halaqah Nasional PDNU yang dinilainya memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai gagasan terkait pengembangan sektor kesehatan.
Menurutnya, jaringan NU yang tersebar luas hingga tingkat masyarakat menjadi potensi besar untuk membangun kemitraan strategis, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai jaminan kesehatan.
“BPJS Kesehatan mengapresiasi terselenggaranya Halaqah Nasional PDNU ini. Forum seperti ini menjadi ruang yang baik untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara BPJS Kesehatan dan Nahdlatul Ulama,” ujar Sutopo.
Ia menjelaskan, keberadaan NU yang dekat dengan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mendukung edukasi mengenai pentingnya kepesertaan dan pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Dengan jaringan NU yang sangat luas dan keberadaannya yang dekat dengan masyarakat, tentu terdapat potensi besar untuk bersama-sama meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan serta akses terhadap pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Sutopo juga menekankan bahwa semangat gotong royong merupakan salah satu prinsip penting dalam penyelenggaraan Program JKN. Melalui prinsip tersebut, masyarakat secara bersama-sama saling mendukung agar manfaat perlindungan kesehatan dapat dirasakan secara luas.
“Prinsip BPJS Kesehatan selalu mengedepankan semangat gotong royong, bagaimana seluruh masyarakat dapat saling membantu agar semuanya dapat tertolong dan memperoleh manfaat dari program JKN,” ungkap Sutopo.
Lebih lanjut, ia menyebut kolaborasi dengan berbagai elemen NU, termasuk PDNU, dapat dikembangkan dalam sejumlah bidang. Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan promotif dan preventif.
Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat diperkuat yakni pengendalian penyakit kronis melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program tersebut diharapkan mampu menjadi sarana bersama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan sekaligus memperluas manfaat program JKN.
“Bentuk kerja sama yang dapat kita kembangkan bersama yakni penguatan pengendalian penyakit kronis melalui program Prolanis. Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas manfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW PDNU Jawa Timur, Hamid Nawawi, menegaskan bahwa perkembangan struktur organisasi harus dibarengi dengan peningkatan kontribusi kepada masyarakat.
Menurut Hamid, keberadaan PDNU tidak cukup hanya diwujudkan melalui terbentuknya kepengurusan di berbagai wilayah. Organisasi tersebut harus mampu menghadirkan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bagi kami, bertambahnya struktur organisasi harus diikuti peningkatan manfaat kepada masyarakat. Kehadiran PDNU tidak semata-mata ditandai dengan terbentuknya kepengurusan, tetapi harus tercermin melalui program kesehatan, edukasi, pelayanan, serta pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujar Hamid.
Ia berharap sinergi antara PDNU, NU, BPJS Kesehatan, serta berbagai pihak terkait dapat terus dikembangkan. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperluas edukasi kesehatan dan perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini perlu terus kita perkuat dan kami berharap dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memastikan perlindungan jaminan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.(adv)












