Jember,Sekilasmedia.com-Ribuan warga Jember memadati gelaran Kirab Pawai Budaya Ancak Agung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 RI.
Tradisi tahunan yang mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember” ini menjadi ajang ungkapan rasa syukur, penguat gotong royong, hingga simbol keberagaman masyarakat Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait yang hadir dalam acara tersebut. Mengajak masyarakat menjadikan perhelatan ini sebagai momentum memperkuat persatuan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya dalam menjaga toleransi antarumat beragama.
“Kalau mengaku umat Nabi Muhammad, tidak mungkin akan mengganggu ibadah agama yang lain,” katanya, Sabtu (21/8/2026).
Selanjutnya, ada penampakan menarik saat Bupati Fawait menyapa para peserta kirab. Dirinya terlihat mengenakan syal bercorak gabungan bendera Indonesia dan Palestina. Kata dia, penggunaan syal tersebut adalah bentuk solidaritas atas dasar kemanusiaan, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.
“Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu berharap, kemeriahan tradisi lokal ini. Dapat terus dirawat dan digelar lebih besar di tahun-tahun mendatang.
“Ancak Agung mungkin tidak seberapa, tetapi ini membuat kita bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi,” paparnya.
“Dari Jember untuk Indonesia, dari Jember untuk dunia. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama-sama,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 867 peserta ancak ambil bagian dalam kirab ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan. Berbagai hasil bumi dan makanan tradisional disusun rapi dalam gunungan ancak yang kemudian diarak bersama.






