Hiburan

Bersih Desa Jabung bukan sekadar ritual, tetapi juga pelestarian budaya dan penggerak ekonomi warga

×

Bersih Desa Jabung bukan sekadar ritual, tetapi juga pelestarian budaya dan penggerak ekonomi warga

Sebarkan artikel ini
Suasana peserta karnaval dari lembaga pendidikan saat prosesi foto bersama usai melakukan pertunjukan di depan panggung penghormatan (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Pemerintah Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, kembali menggelar rangkaian kegiatan Bersih Desa 2026. Tradisi tahunan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 September 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni, keagamaan, budaya, hingga karnaval yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Kepala Desa Jabung, Anik Sri Hartatik, SE, MM, mengatakan rangkaian Bersih Desa tahun ini dirancang untuk menjadi ruang kebersamaan sekaligus mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat Desa Jabung.

Menurutnya, kegiatan diawali dengan pertunjukan seni yang melibatkan keluarga dan lembaga pendidikan di Desa Jabung. Sejumlah kesenian tradisional, termasuk seni topeng dan tari-tarian, ditampilkan oleh anak-anak dari berbagai lembaga pendidikan.

“Untuk hari pertama ada seni topeng dan tari-tarian tradisional dari anak-anak masing-masing lembaga pendidikan. Kemudian pada malam harinya juga ada kegiatan untuk kelompok dewasa, termasuk penampilan pencak silat,” ujar Anik. Jumat (11/9/2026).

Memasuki Rabu, 9 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni anak-anak sekolah. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, RA hingga SD.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada malam hari dengan pengajian umum. Sebelum pengajian dimulai, acara diawali penampilan Al-Banjari yang dibawakan pemuda dan remaja masjid Desa Jabung.

“Untuk kegiatan malamnya ada pengajian umum yang sebelumnya dibuka dengan Al-Banjari dari pemuda dan remaja masjid Desa Jabung,” jelasnya.

Sementara itu, Kamis, 10 September 2026, rangkaian Bersih Desa diisi dengan kegiatan keagamaan. Khataman Al-Qur’an digelar secara serentak di masjid dan musala yang ada di seluruh Desa Jabung.
Kegiatan tersebut, kata Anik, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi Bersih Desa.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Meriahkan Road to Kilau Raya MNCTV dalam Perayaan HUT ke-108 Kota Mojokerto

Pada malam harinya, masyarakat kembali berkumpul dalam kegiatan istighosah dan doa bersama yang melibatkan seluruh wilayah pedukuhan di Desa Jabung. Mulai dari Boro, Gunung Kunci, Krajan, Mindi hingga Umpak.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dari berbagai unsur turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Rangkaian kemudian ditutup dengan acara tasyakuran atau barikan yang dilaksanakan secara bersama-sama.

Sementara antusiasme masyarakat semakin terlihat pada Jumat, 11 September 2026. Sejak pagi, anak-anak dari sejumlah lembaga pendidikan mengikuti karnaval yang menjadi bagian tambahan dalam rangkaian Bersih Desa.

Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari jenjang TK, RA hingga SD. Sedikitnya enam lembaga pendidikan turut ambil bagian.

Anik mengungkapkan, karnaval anak-anak tersebut sebenarnya bukan agenda utama yang direncanakan sejak awal. Namun, tingginya permintaan masyarakat agar anak-anak mendapatkan ruang untuk tampil akhirnya membuat pemerintah desa mengakomodasi kegiatan tersebut.

“Ini sebenarnya agenda tambahan karena permintaan warga. Mereka ingin ikut tampil. Antusiasme masyarakat luar biasa,” katanya.

Besarnya antusiasme warga tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa, terutama berkaitan dengan pengaturan arus lalu lintas.

Pasalnya, jalur Desa Jabung merupakan salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Singosari, Jabung, Pakis hingga Nongkojajar. Karena itu, pelaksanaan karnaval harus mempertimbangkan waktu dan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kita upayakan karena hari Jumat juga hari pendek, sehingga kegiatan tidak bisa terlalu lama. Tetapi antusiasme warga memang luar biasa,” ungkap Anik.

BACA JUGA :  The Binals Siap Guncang Malang dengan Launching Album "18+"

Pawai Karnaval Budaya Jadi Puncak Acara
Puncak Bersih Desa Jabung 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, melalui pawai karnaval budaya.

Sebanyak 34 peserta telah terdaftar secara resmi sebagai peserta karnaval. Mereka berasal dari empat wilayah pedukuhan di Desa Jabung.

Pawai dijadwalkan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Jumlah peserta diperkirakan masih dapat bertambah karena terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang belum masuk dalam daftar resmi kepanitiaan.

“Yang sudah terdaftar ada 34 peserta dari empat pedukuhan. Belum termasuk kelompok-kelompok kecil yang kemungkinan ikut meramaikan,” kata Anik.

Pemerintah Desa Jabung berharap seluruh rangkaian puncak Bersih Desa dapat berlangsung aman, tertib dan lancar tanpa gangguan.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Anik menilai Bersih Desa merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

“Harapan kita sebagai pemerintah desa, semoga Desa Jabung menjadi desa yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” harapnya.

Selain menjadi momentum pelestarian budaya dan tradisi, pemerintah Desa Jabung juga berharap rangkaian Bersih Desa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Desa Jabung.

Anik berharap tingginya jumlah masyarakat yang hadir selama rangkaian kegiatan hingga puncak karnaval dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa.

“Harapan kami, terutama pada puncak kegiatan Bersih Desa dengan pawai karnaval ini, bisa membantu pelaku UMKM yang ada di Desa Jabung sehingga mereka juga dapat merasakan manfaat dari kegiatan ini,” pungkasnya.