Palembang,Sekilasmedia.com-Anggota DPRD Kota Palembang Dapil VI melakukan kunjungan reses ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, pada Rabu (02/09/2026).
Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Dapil VI H. Ilyas Hasbullah ini bertujuan meninjau kesiapan teknis PSEL serta menyerap aspirasi warga terkait infrastruktur di wilayah Kertapati, Jakabaring, dan Seberang Ulu I.
Anggota DPRD Zainal Abidin mengungkapkan bahwa hingga saat ini, volume sampah yang telah masuk ke PSEL mencapai 600 ton. Target pembakaran perdana dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 dengan kapasitas sekitar 1.000 ton. Fasilitas ini dinilai strategis untuk mengurangi beban TPA Sukawinatan dan Karya Jaya, dengan residu pengolahan berpotensi dimanfaatkan sebagai material penutup timbunan sampah.
Meski fasilitas canggih telah siap, legislator menekankan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan sampah terletak pada disiplin masyarakat. Zainal mengingatkan bahwa sanksi akan diterapkan bagi pelanggar regulasi retribusi persampahan yang membuang sampah di lokasi tidak resmi.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang menunjukkan produksi sampah harian mencapai 1.260 ton, sementara kapasitas PSEL hanya 800–1.000 ton per hari.
Kepala DLH, Dr. H. Akhmad Mustain, menegaskan pentingnya source reduction atau pengurangan sampah dari sumber. Masyarakat diajak menerapkan gaya hidup minim sampah, seperti membawa tas belanja sendiri dan tumbler, untuk menutupi defisit kapasitas pengolahan serta menekan biaya operasional pemerintah.
“Sinergi antara teknologi PSEL dan kesadaran warga diharapkan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.






