MOJOKERTO ,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di kawasan dengan medan ekstrem. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Latihan Gabungan Peningkatan Kapasitas Vertical Rescue di Air Terjun Caban Cawang, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini melibatkan puluhan personel Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama para relawan kebencanaan. Latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan kesiapan personel dalam melakukan proses penyelamatan di medan vertikal, seperti tebing maupun jurang.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian saat membuka kegiatan mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Mojokerto yang memiliki kawasan dataran tinggi dan pegunungan menyimpan potensi besar untuk pengembangan wisata alam. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan kesiapan menghadapi berbagai risiko bencana.
Menurutnya, kemampuan vertical rescue menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan wisata alam.
“Keahlian khusus seperti vertical rescue bukanlah sekadar pelengkap pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dan standar wajib yang harus kita penuhi,” tegasnya.
Rizal menambahkan, pemerintah daerah tidak menginginkan terjadinya musibah. Namun, kesiapan tim penyelamat harus dipastikan sejak awal sebagai bentuk jaminan keselamatan bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata alam di Kabupaten Mojokerto.
“Wisatawan harus merasa aman saat berkunjung ke wilayah kita,” ujarnya.
Melalui latihan tersebut, Pemkab Mojokerto berupaya meningkatkan kapasitas personel BPBD dan relawan, mulai dari keterampilan teknis, kemampuan taktis hingga profesionalitas dalam menghadapi situasi kedaruratan.
Rizal menjelaskan, proses evakuasi di medan vertikal memiliki tingkat kesulitan dan risiko yang tinggi. Karena itu, dibutuhkan ketelitian, kondisi fisik yang prima serta penguasaan peralatan penyelamatan secara baik.
“Evakuasi di medan vertikal membutuhkan ketelitian tinggi, ketahanan fisik yang prima, dan penguasaan alat yang tanpa celah karena taruhannya adalah nyawa,” ungkapnya.
Selain peningkatan kemampuan personel, Pemkab Mojokerto juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana keselamatan. Keterampilan tim di lapangan harus didukung dengan peralatan operasional yang memadai dan memenuhi standar keamanan.
“Personel yang hebat harus ditunjang oleh peralatan operasional yang memadai dan aman,” jelas Rizal.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti latihan dengan disiplin dan tetap mengutamakan keselamatan. Sinergi antarorganisasi relawan juga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sistem penanganan bencana yang semakin tangguh.
“Sinergi dan kolaborasi yang erat antarorganisasi relawan di Kabupaten Mojokerto adalah kunci utama keberhasilan penanganan bencana di lapangan,” pungkasnya.
Latihan Gabungan Peningkatan Kapasitas Vertical Rescue ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan BPBD, pemadam kebakaran dan relawan dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus mendukung pengembangan wisata alam Kabupaten Mojokerto yang aman bagi masyarakat dan wisatawan.












