Probolinggo,Sekilasmedia.com-Penguatan konektivitas transportasi menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 di Kota Probolinggo. Pemerintah daerah bersama jajaran perhubungan dan pemangku kepentingan terkait didorong membangun kerja sama yang semakin kuat agar pelayanan transportasi dapat berjalan aman, cepat dan responsif.
Peringatan Harhubnas tahun ini mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Upacara berlangsung di halaman Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo dengan Wali Kota Probolinggo Dr Aminuddin bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan langsung dengan penyelenggaraan transportasi dan keamanan di wilayah pelabuhan. Di antaranya KSOP Probolinggo, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, instansi vertikal serta stakeholder lainnya.
Momentum Harhubnas tidak hanya dimanfaatkan untuk memperingati peran sektor transportasi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelayanan yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Salah satu aspek yang mendapat perhatian utama adalah bagaimana seluruh unsur dapat bekerja secara terintegrasi.
Dalam amanat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang dibacakan Aminuddin, keselamatan ditempatkan sebagai bagian mendasar dalam penyelenggaraan transportasi. Setiap standar keselamatan harus benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar menjadi aturan tertulis.
“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan sistem transportasi yang terus mengalami perubahan. Pemanfaatan teknologi digital memang semakin luas, namun keberhasilan penerapannya tetap sangat bergantung pada kesiapan manusia yang mengoperasikan dan mengawasinya.
Aminuddin mengatakan transformasi digital harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak akan berjalan maksimal apabila tidak didukung kemampuan serta koordinasi para operator di lapangan.
“Walaupun kita sudah melakukan transformasi digital, tetapi operatornya tetap manusia. Ini yang perlu kita kuatkan, yaitu kerja tim,” ujar Aminuddin.
Karena itu, ia mendorong terbentuknya kerja sama yang lebih luas di antara seluruh unsur transportasi. Setiap instansi maupun petugas diharapkan memiliki pola komunikasi yang baik sehingga mampu bergerak secara bersama ketika menghadapi persoalan.
“Bagaimana kita membangun team work yang besar, sehingga seluruh unsur dapat bergerak bersama,” lanjutnya.
Menurut Aminuddin, kerja tim tersebut juga berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Respons petugas harus semakin cepat, terutama ketika menghadapi kondisi darurat atau gangguan terhadap aktivitas transportasi.
Pencegahan kecelakaan menjadi salah satu sasaran yang harus terus diperkuat. Upaya menciptakan kondisi zero accident membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pengelola transportasi, petugas keamanan, hingga unsur penyelamatan.
“Goalnya adalah bagaimana sedapat mungkin kita mencegah terjadinya accident, menciptakan zero accident, dan meningkatkan response time petugas dalam melaksanakan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Aminuddin.
Ia juga menyampaikan rasa duka kepada para korban kecelakaan transportasi dan keluarga yang ditinggalkan. Peristiwa kecelakaan, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem keselamatan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh petugas.
Koordinasi dengan unsur SAR juga dinilai penting. Keterhubungan antarlembaga diperlukan agar ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat, seluruh pihak dapat segera mengambil peran sesuai tugas masing-masing.
Sementara itu, Kepala KSOP Probolinggo I Gusti Agung Komang Arbawa menyampaikan bahwa Harhubnas menjadi momentum bagi insan perhubungan untuk kembali meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Arbawa, jajaran perhubungan harus mampu hadir dan memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelaksanaan tugas tersebut tetap mengacu pada Lima Citra Manusia Perhubungan sebagai nilai yang menjadi pedoman dalam menjalankan pelayanan.
“Kami harus hadir di masyarakat untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” ungkap Arbawa.
Selain pelayanan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama KSOP Probolinggo. Arbawa menegaskan adanya prinsip zero tolerance terhadap berbagai bentuk kelalaian yang dapat mengabaikan keselamatan dalam kegiatan transportasi.
Penguatan keselamatan tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan fungsi Pelabuhan Probolinggo sebagai bagian dari jaringan konektivitas transportasi. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk kapal, tetapi juga memiliki posisi dalam menghubungkan pergerakan antardaerah.
Saat ini Pelabuhan Probolinggo telah menjadi bagian dari konektivitas dengan sejumlah pelabuhan yang masuk dalam rute kunjungan kapal. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk terus meningkatkan aktivitas kepelabuhanan di masa mendatang.
Arbawa berharap jumlah kapal yang masuk ke Pelabuhan Probolinggo dapat semakin bertambah seiring dengan terjaganya konektivitas. Dengan semakin baiknya jaringan transportasi, aktivitas mobilitas dan distribusi diharapkan dapat berlangsung lebih lancar.
Penguatan konektivitas pelabuhan juga diharapkan memberikan manfaat bagi Kota Probolinggo. Pergerakan transportasi yang semakin terhubung berpotensi mendukung berbagai aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Melalui peringatan Harhubnas ke-55, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder transportasi kembali menegaskan pentingnya membangun sistem transportasi secara bersama-sama. Konektivitas, keselamatan, kesiapan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menghadirkan transportasi yang semakin maju.
Semangat “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” pun diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Harhubnas. Di tingkat daerah, semangat tersebut diterjemahkan melalui penguatan kolaborasi dan pelayanan agar konektivitas transportasi di Kota Probolinggo terus berkembang dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.






