Jember,Sekilasmedia.com-Maraknya konser yang digelar anak muda dan pelajar di Jember menjadi perhatian Omah Ndalung. Sejumlah acara berakhir merugi akibat perencanaan yang kurang matang.
Kondisi tersebut mendorong Event Organizer (EO) Omah Ndalung menggelar Kelas Event Organizer di Gedung A FISIP Universitas Jember (Unej), Sabtu (19/9/2026).
Pendiri Omah Ndalung, Alifian Rizzalul Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahan pelaku EO terhadap pola penyelenggaraan acara anak muda belakangan ini.
“Hari ini Ndalung melaksanakan kegiatan Kelas Event Organizer. Ini bentuk keresahan kami bersama teman-teman EO di Jember,” kata Alifian.
Menurut Alifian, sejumlah panitia muda berani menggelar acara tanpa perhitungan menyeluruh. Kondisi itu membuat penyelenggara harus menanggung kerugian setelah acara selesai.
Karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar penyelenggaraan event. Materinya mencakup konsep, perencanaan, manajemen tim, hingga perhitungan anggaran.
Alifian menilai ukuran keberhasilan sebuah event tidak semata ditentukan oleh popularitas artis maupun kemegahan panggung yang digunakan.
“Kami ingin memberikan pandangan bahwa event berkualitas itu bukan soal siapa artisnya atau seberapa besar panggungnya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya riset sebelum menentukan konsep acara, termasuk memahami target pasar serta kemampuan finansial calon penonton.
Menghadirkan artis nasional, kata Alifian, juga tidak otomatis membuat sebuah acara ramai atau menghasilkan keuntungan bagi panitia.
“Belum tentu banyak dan belum tentu mencapai target. Ujung-ujungnya yang dirugikan ya panitia sendiri,” tuturnya.
Dalam kelas tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi teori. Mereka juga dikenalkan dengan industri event, pembagian kerja, manajemen tim, serta simulasi penyusunan anggaran.
Pembekalan itu diharapkan membantu peserta memahami risiko sejak tahap awal. Dengan demikian, keputusan terkait konsep, artis, venue, dan anggaran dapat dihitung secara lebih terukur.
Omah Ndalung juga membuka peluang bagi peserta untuk terlibat langsung dalam kegiatan EO setelah menyelesaikan pelatihan.
“Output-nya nanti peserta yang ikut kelas ini dipastikan bisa ikut bersama teman-teman EO yang ada di Jember,” jelas Alifian.
Program tersebut dirancang tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Omah Ndalung berencana menjadikannya agenda tahunan untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi industri kreatif Jember.
“Pelatihan ini akan kami selenggarakan setiap tahun. Jadi EO di Jember tidak perlu khawatir mencari manpower atau calon pekerja baru,” pungkasnya.






